Total Tayangan Laman

Senin, 25 Januari 2010

“THE POWER OF IKHLAS”

Oleh Boy Hadi Kurniawan
Pernahkah anda sudah capek bekerja. Kemudian hasil pekerjaan anda tidak dihargai, bahkan dikritik?. Pernahkah anda membantu orang lain? Tapi orang itu berterima kasih sebentar, tapi kemudian begitu cepatnya dia melupakan kebaikan anda, bahkan kemudian dia bersikap tidak baik dan kurang menghormati anda?
Pernahkah anda melihat seseorang berbuat kebaikan kepada orang lain?. Tapi ternyata di balik kebaikannya tersimpan suatu maksud tersembunyi yang sebenarnya tidak baik. Seperti Kisah Siti Nurbaya dan Datuk Maringgih yang akan memperistrinya. Datuk Maringgih berlagak sebagai orang baik yang membantu Ayah Siti Nurbaya yang sedang kesulitan ekonomi. Tapi rupanya bantuan itu hanyalah kedok untuk memaksa Ayah Siti Nurbaya mau mengawinkan anaknya dengan Datuk Maringgih yang sudah tua dan beristri banyak.
Atau pernahkan anda melihat seseorang yang bekerja pada suatu tempat, tapi kemudian ditempat itu dia kemudian mencuri, menggelapkan uang bahkan tega menghabisi orang yang telah berbuat kebaikan dan menggajinya.?
Atau pernahkah anda mendengar atau melihat, seseorang yang kehilangan anggota keluarga yang dia cintai namun dia tidak bisa menerima kenyataan itu sehingga terus menerus jadi pikiran dan larut dalam kesedihan, sehingga akhirnya orang tersebut kehilangan semangat hidup bahkan ada yang sakit kemudian meninggal, dan bahkan ada yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Atau pernahkan anda mendengar kisah seseorang, yang memiliki kekurangan dari segi harta dan fisik ataupun keturunan, tapi mereka tidak bisa menerima kenyataan itu, sehingga mereka selalu menyesali nasibnya yang dianggap tidak beruntung sehingga mereka frustasi, putus asa, patah semangat, bahkan ada yang sampai depresi dan stress berat, lalu berakhir di Rumah sakit jiwa.
Atau pernahkah anda mendengar kisah seorang karyawan atau pekerja yang merasa bosan dan jenuh dalam bekerja, seolah-oleh pekerjaan yang dilakukan tanpa makna. Hanya sekedar untuk mendapatkan uang. Rutinitas itu dia jalani bertahun-tahun, sehingga timbul kejenuhan, dia merasa pekerjaannya tidak berarti, karena mungkin dianggap rendah oleh orang lain seperti pada office boy, cleaning service, supir, mekanik mobil, tukang sapu, penjaga rel kereta api, dan lain-lain.
Atau pernahkah anda mendengar kisah seorang guru dan pendidik, yang merasa gaji yang dia dapatkan tidak sesuai dengan pengorbanannya sehingga dia separu hati dalam mengajar, tidak memberikan ilmunya dengan maksimal kepada murid-muridnya?
Kita dapat menyimpulkan kejadian diatas adalah kejadian yang tidak seharusnya terjadi dalam kehidupan. Namun kenapa masih sering terjadi? Penyebabnya karena satu hal yaitu “ketidak ikhlasan” mereka dalam menghadapi kenyataan, atau ketidak ikhlasan niat mereka dalam bekerja. Kenapa begitu? Karena keikhlasan adalah kesucian dan kerelaan hati seseorang dalam menjalani kehidupan semata-mata untuk mengharapkan ridha dan kasih saying Allah.
Orang yang ikhlas adalah orang yang memiliki ketulusan hati dan pikiran dalam berbuat kebaikan. Mereka tanpa pamrih dari manusia lain. Namun disisi lain mereka berharap balasan dan pahala hanya dari Tuhan Allah swt. Orang yang ikhlas membantu orang lain tanpa menyebut-nyebut apa yang diberikannya, karena mereka tidak mengharapkan pujian ataupun tidak surut karena kritikan dari orang lain.
Orang yang ikhlas juga orang yang siap dan lapang hati menerima situasi dan keadaan yang dialaminya, walaupun mereka tidak menginginkannya, tapi mereka siap menerima takdir Allah. Keikhlasan juga melahirkan sifat sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan hidup.
Menurut DR Yusuf Al Qardhawy diantara ciri keikhlasan adalah : pertama, niat dalam beramal kebaikan hanya ingin mengharap ridha Allah. Kedua, disaat sendirian atau tdak ada orang melihat mereka tetap bebuat amal kebaikan. Ketiga, mereka tidak terpengaruh pujian atau celaan orang lain. Keempat, mereka tidak menyebut kebaikannya atau menyakiti orang yang dibantunya, amal kebaikan atau pekerjaan yang mereka lakukan berkesinambungan. Kelima, mereka tidak pelit dan segan memuji orang lain. Keenam, mereka tidak berlaku sombong,. Ketujuh, mereka senang jika ada yang lebih baik daripadanya dan bergabung/bekerja bersamanya. Kedelapan, mereka sabar dalam menghadapi ujian dan musibah.
Oleh karena itu keikhlasan adalah kunci dari ketenangan jiwa dan kebahagiaan dalam hati. Tanpa keikhlasan manusia akan merasa hampa dalam hidup. Tanpa keikhlasan manusia juga mudah dilanda oleh rasa sakit hati ketika perbuatannya tidak dihargai orang, atau rasa iri dan dengki melihat keberhasilan orang lain. Akibatnya langkah dia menuju kesuksesan akan terhalang, karena dalam dirinya sendiri terdapat masalah yang harus dia atasi.
Makanya kita dapat menyimpulkan bahwa keikhlasan itu memiliki manfaat antara lain ; pertama, keikhlasan dapat membuat manusia bekerja dengan optimal karena mereka tidak semata mengharapkan materi. Kita dapat belajar dari kisah guru-guru luar biasa yang mereka mengajar didaerah-daerah terpencil yang sangat minim fasilitas, dan mereka hanya menerima gaji yang kecil, bahkan ada yang tidak menerima gaji. Kisah guru dalam Novel Laskar pelangi adalah sebuah potret keikhlasan yang luar biasa. Mereka bekerja dengan panggilan jiwanya dan itulah yang mengantarkan mereka pada kesuksesan dan kebahagiaan sejati.
Kedua, keikhlasan dapat membuat manusia terus beramal dan bekerja dengan kontinyu dan konsisten. Ketika kita ikhlas dalam bekerja maka kita tidak terpengaruh karena pujian ataupun kritikan orang lain. Sehingga ketika kita yakin yang kita lakukan benar, maka kita akan terus melakukannya sebatas kemampuan.
Ketiga, keikhlasan dapat menumbuhkan kepercayaan dan kesenangan orang lain kepada kita. Kenapa? Karena orang yang ikhlas membantu tanpa adanya udang dibalik batu. Akibatnya orang yang dibantu merasa betul-betul dibantu, sehingga mereka akan menghargai dan merasakan ketulusan orang yang membantu dengan ikhlas. Hal ini akan menumbuhkan sikap hormat, senang dan kepercayaan dari orang yang dibantu. Misalkan kita menemukan sebuah dompet yang terjatuh, kemudian kita kembalikan kepada yang punya tanpa mengharapkan imbalan. Maka pastilah orang yang kita tolong itu merasa berterima kasih banyak kepada kita. Bahkan mungkin balasan yang kita terima bisa lebih besar, karena mereka senang pada ketulusan dan kejujuran kita, daripada kita membuat persyaratan atau meminta kepada mereka atas pertolongan kita.
Keempat, orang akan senang bekerjasama dengan orang yang ikhlas. Saya pernah mendengar cerita dari orang-orang yang senang bekerjasama dengan seorang staf di sebuah instansi. Setiap ada proyek atau kegiatan, selalu staf itu yang diajak bekerjasama dan membantu, sehingga dia sering mendapatkan bonus dari teman sekantornya diluar gaji yang didapatkan. Kenapa mereka sering mengajaknya? Ternyata jawabannya hanya satu karena ketika dia diminta pertolongan atau diberi tugas, dia tidak meminta apa yang dia dapatkan dari pertolongannya. Dia memilih bekerja dan membantu orang lain, tanpa memikirkan imbalan yang didapatkannya. Sehingga teman-temannya lebih senang mengajaknya dibandingkan dengan teman yang lain, yang ketika diminta bantuan, mereka bertanya dulu apa yang didapatkannya. Inilah kisah nyata buah dari keikhlasan dalam membantu orang lain.
Kelima, keikhlasan dapat membuat seseorang mampu menerima kenyataan pahit ataupun kegagalan yang dialaminya, sehingga mereka tidak mengalami depresi, stress, putus asa dan penyakit mental lainnya. Ketika mereka sudah berusaha berbuat semaksimal mungkin untuk mengatasi masalahnya, tapi ternyata belum berhasil maka mereka mengikhlasan semuanya kepada Allah. Batin mereka merasa damai walaupun menghadapi kegagalan. Begitu juga jika kehilangan orang yang dicintainya mereka bersedih namun kemudian dengan ikhlas melepaskannya, karena itu sudah merupakan takdir dari Tuhan. Akibatnya keikhlasan menjadi kekuatan yang akan membuat manusia tetap tegar dalam menjalani hidup. Sementara orang yang tidak ikhlas, menerima ujian dan cobaan, mereka akan menderita sendiri. Sebagai contoh, penulis mendengar kisah nyata dari seorang kawan yang mertua perempuannya dalam keadaan kurang waras atau stress berat semenjak masa mudanya sampai sekarang. Anak-anaknya terpaksa diasuh oleh ayahnya. Hal ini terjadi karena suaminya, menikah lagi dengan perempuan lain. Dia tidak siap menerima kenyataaan itu sehingga akhirnya dia depresi dan stress. Memang tidak mudah bagi ibu-ibu menerima kenyataan ini. Tapi kalau kita lihat dengan jeli, seharusnya dia dapat menerima dengan tabah dan ikhlas. Maka penderitaannya tidak akan bertambah dengan gilanya dia. Akibat ketidak ikhlasannya itulah akhirnya dia mengalami depresi berat dan menjadi orang yang tidak normal, sekaligus dia juga kehilangan anak-anaknya. Padahal jika dia berpikir jernih dan ikhlas, walaupun dia kehilangan suami, dia masih punya 4 orang anak yang membutuhkan kasih saying dan perhatiannya. Namun ketidak siapan dan ketidak ikhlasan menerima kenyataan membuat dia terpaksa kehilangan segalanya, diawali kehilangan suami, kehilangan jati diri dan kesadarannya dan terakhir kehilangan anak-anak dan tentu saja kehilangan masa depannya, yang menyebabkan dia berlarut-larut sampai sekarang selama bertahun-tahun kehilangan kesadarannya. Memang sebuah tragedy yang pahit dan menyedihkan. Tapi disinilah kenapa Allah menyuruh kita ikhlas, untuk dapat kita jadikan pelajaran, agar kita tidak mengalami kejadian yang sama.
Keenam, keikhlasan akan menghindarkan manusia dari kejahatan manusia lain ataupun berbuat jahat pada manusia lain. Kita pernah mendengar ungkapan “kejahatan terjadi karena ada niat pelaku dan ada kesempatan”. Berdasarkan ungkapan ini kita melihat bahwa pemicu pertama dari kejahatan adalah niat dari pelakunya. Seorang yang ikhlas seperti disampaikan sebelumnya selalu memiliki niat baik dalam dirinya, sehingga dia tidak memiliki keinginan untuk mencelakai orang lain. Banyak orang yang dengan dalih membantu tapi ternyata dibalik bantuan itu ada niat busuk untuk mencelakai dan menipu orang lain. Betapa banyak kita dengar, laki-laki yang bersikap baik dan manis pada perempuan, tapi ternyata dibalik sikap itu tersembunyi niat jahat untuk menodai si perempuan. Banyak perempuan yang tertipu dengan sikap manis ini, sehingga mau mengikuti hawa nafsu si laki-laki. Setelah itu laki-laki yang berniat busuk itu akhirnya meningga lkan si perempuan begitu saja. Oleh karena itu Nabi Muhammad saw mengatakan “sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya dan setiap orang mendapatkan apa yang dia niatkan”.
Dalam buku best seller Quantum ikhlas Erbe sentanu mengatakan positive thinking harus dibarengi dengan positive feeling, jika positive thinking tidak dibarengi positive feeling, maka jiwa manusia tidak akan kuat menerima cobaan dan ujian kehidupan. Dia sendiri punya pengalaman, ketika divonis oleh Dokter tidak akan bisa mempunyai anak karena kualitas sperma yang hidup sangat rendah. Menerima vonis tersebut, dia memang bersedih, tapi dia belajar untuk mengikhlaskan diri dan pasrah akan kenyataan itu. Tapi dia tidak menyerah begitu saja, dibarengi dengan keikhlasan hati dia terus berdoa kepada Allah swt. Tidak berapa lama sesudah itu dia kembali memeriksakan diri ke dokter, ternyata spermanya hidup sebesar 30 %, sehingga akhirnya dia bisa dikaruniai anak. Inilah kekuatan ikhlas yang dia rasakan sendiri, yang kemudian dibarengi dengan doa.
Teknik yang sama juga digunakan oleh Ahmad Faiz Zainuddin, yang menggabungkan Teknik Terapi EFT (Emotional Freedom Technique) dengan Spiritual sehingga menjadi Teknik baru yang disebutnya SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique). Teknik ini terbukti dapat menyembuhkan berbagai macam sakit fisik maupun psikis. Banyak orang yang dapat disembuhkan dari phobia, rasa takut terhadap sesuatu, trauma masa lalu akibat kejadian yang menyakitkan ataupun sakit fisik seperti sakit kepala bahkan kelumpuhan. Inti dari SEFT ini adalah melakukan afirmasi diri dengan mengikhlaskan hati menerima kejadian yang dialami. Selama terapi kita pasrahkan diri dan ikhlas menerima masalahn yang kita hadapi. Kemudian dibarengi dengan doa dan harapan kesembuhan dan keadaan apa yang kita inginkan. Kalimat-kalimat seperti Ya Allah Saya Ikhlas dan pasrah menerima keadaan ini…….. saya mohon sembuhkanlah saya ya Allah. Kemudian pengucapan kalimat itu dibarengi dengan melakukan tapping (mengetuk) ke titik-titik tertentu di tubuh. Ternyata teknik ini sangat efektif, bahkan ada dalam sebuah sesi trainingnya ada seorang yang sudah 6 tahun mengalami kelumpuhan. Selesai terapi selama beberapa menit, orang tersebut dapat langsung berdiri dan berjalan. Ini suatu yang luar biasa, dari kekuatan ikhlas, pasrah dan doa kepada Allah swt.
Lalu bagaimana agar kita dapat memiliki keikhlasan. Memang bersikap ikhlas ini tidak mudah, bahkan berat. Namun sikap ikhlas ini sangat penting bagi kita untuk meraih sukses dunia dan akhirat. Menurut DR Yusuf Qardhawy ada beberapa hal yang dapat mendukung kita menjadi pribadi yang ikhlas antara lain : pertama, ilmu yang mantap. Kedua berteman denga orang yang ikhlas. Ketiga, belajar dari pengalaman orang-orang yang ikhlas, seperti kisah Erbe Sentanu ataupun orang yang lumpuh tadi dapat sembuh dengan keikhlasan hatinya. Keempat, berjuang melawan hawa nafsu, terutama ketika ada keinginan memiliki niat tidak baik dan tidak tulus dalam melakukan pekerjaan atau membantu orang lain. Terakhir, berdoa dan memohon pertolongan Allah agar dikaruniai sifat Ikhlas ini. Semoga kita semua dapat meraih sukses sejati dengan menjadi pribadi yang ikhlas.. Salam sukses sejati untuk Anda!!

Tidak ada komentar:

CONSISTENT TO SUCCESS

CONSISTENT TO SUCCESS