Total Tayangan Laman

Senin, 25 Januari 2010

MEMBAYAR HARGA KESUKSESAN

Oleh Boy Hadi Kurniawan
Sukses itu sederhana saja. Pertama, putuskanlah apa yang anda inginkan secara spesifik. Kedua, putuskanlah anda bersedia membayar harganya untuk menjadikan itu terjadi.
Bunker Hunt, Milyuner Minyak Texas

Untuk meraih sukses dan cita-cita anda, maka diperlukan pengorbanan. Pengorbanan itu adalah harga yang mesti kita bayar untuk meraihnya. Mustahil kita mencapai sesuatu dan meraih keberhasilan tanpa adanya pengorbanan. Pepatah mengatakan Berakit-rakit kehulu, Berenang-renang ketepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Pepatah ini mengandung arti kalau kita ingin sampai kehulu atau tujuan kita, maka kita harus mau bersakit-sakit dahulu. Kalau sudah sampai maka disanalah kita layak untuk bersenang-senang.
Namun, banyak orang yang menyangka untuk mencapai tujuan itu, dengan cara yang instant dan tanpa pengorbanan. Mereka tidak mau berkeringat dan berpeluh untuk mencapai tujuannya. Padahal jika kita ibaratkan tujuan kita adalah sebuah puncak gunung yang tinggi, maka untuk sampai disana kita harus mempersiapkan bekal dan mempersiapkan peta jalan (rencana hidup kita). Bekal yang utama adalah pikiran dan mentalitas yang tangguh. Dalam perjalanan kesana kita akan mendaki dan menurun. Kadang melewati tebing terjal, kadang melewati batu karang dan kadang melewati air yang menghadang. Kalau kita tidak memiliki keberanian dan kemauan untuk berkorban baik waktu, tenaga, dan biaya pastilah kita tidak akan sampai ke tujuan. Kadang kita bisa terjatuh, tersungkur dan terluka. Kalau kita tidak bangkit lagi, dan meneruskan perjalanan dengan semangat membaja, maka kita tidak akan sampai di tujuan.
John C Maxwell juga pernah mengatakan betapa pentingnya membayar harga kesuksesan. Harga kesuksesan itu adalah kerja keras dan pengorbanan. Inilah yang dikatakannya “ Setiap pencapaian suatu hasil yang bernilai tinggi membutuhkan harga yang tercantum didalamnya. Pertanyaannya selalu apakah anda bersedia membayar harga untuk memperolehnya-dengan kerja keras, pengorbanan, kesabaran, kepercayaan dan ketekunan”

Tapi sekali lagi kita lihat, banyak orang yang ingin sampai ke tujuan, sedikit yang mau bersakit-sakit atau membayar harga yang pantas untuk itu. Mereka merasa takut menanggung derita, bersifat manja dan merasa senang berada di zona nyamannya. Mereka tidak mau keluar sangkarnya, akibatnya mereka tidak pernah melihat dunia luar. Padahal sebenarnya pengorbanan dan rasa sakit yang kita rasakan kita butuhkan untuk menjadi orang yang kuat dan tangguh dalam menjalani arung jeram kehidupan.
Seperti kisah perjuangan seekor kepompong untuk menjadi seekor kupu-kupu yang cantik. Seseorang memperhatikan seekor kupu-kupu kecil yang berusaha keluar dari kulit kepompongnya dengan susah payah. Karena kasihan melihat beratnya perjuangan kupu-kupu kecil itu. Orang itu mengambil gunting, kemudian diguntingnya kulit kepompong sehingga kupu-kupu kecil itu keluar dengan mudahnya. Kemudian dia menunggu dan memperhatikan kupu-kupu kecil akan terbang ke angkasa. Tapi setelah sekian lama menunggu, ternyata si kupu-kupu kecil itu tidak pernah bisa terbang. Dengan memendam perasaan kecewa, orang itu berpikir dan merenung kenapa kupu-kupu tidak bisa terbang? Akhirnya dia menemukan jawabannya, kesulitan yang dialami kupu-kupu untuk keluar dari kulit kepompon adalah kesulitan yang dibutuhkannya untuk mengeluarkan lender yang ada diseluruh tubuhnya. Tapi ketika kulit kepompongnya dilepaskan begitu saja, maka proses pengeluaran lendir dari tubuh kupu-kupu kecil ini tidak pernah terjadi. Akibatnya kupu-kupu tidak bisa terbang, karena lendir yang melekat disekujur tubuhnya.
Kisah ini sesuai dengan ungkapan bijak dan syair berikut ini. “Seringkali, Perjuangan adalah sesuatu yang kita butuhkan dalam hidup ini. Jika TUHAN memperbolehkan kita melewati hidup ini tanpa cobaan dan pengorbanan hal ini akan membuat kita lemah. Kita tidak akan sekuat seperti apa yang kita harapkan, dan tidak akan pernah terbang seperti kupu-kupu itu.
Kita meminta Kekuatan…dan TUHAN memberi kita kesulitan untuk kita hadapi dan membuat kita menjadi kuat.
Kita meminta kebijaksanaan…dan TUHAN memberikan kita masalah-masalah yg harus kita pecahkan.
Kita meminta kemakmuran…dan TUHAN memberikan otak dan kekuatan untuk bekerja
Kita meminta Keberanian…dan TUHAN memberi kita rintangan untuk kita hadapi.
Kita meminta Cinta…dan TUHAN memberikan orang-orang yang dalam kesulitan untuk kita bantu.
Kita meminta pertolongan…dan TUHAN memberi kita kesempatan
“ Kita tidak menerima apa yang kita inginkan…., Tapi kita menerima apa yang kita butuhkan. “
Ungkapan bijak diatas begitu mendalam dan luar biasa maknanya. Betapa memang Tuhan memberikan sesuatu yang kita butuhkan, bukan sesuatu yang kita minta. Pengorbanan dan perjuangan adalah syarat mutlak untuk meraih yang kita inginkan. Tanpa pengorban mustahil sesuatu yang indah dalam hidup kita akan terjadi. Tidak ada kesuksesan dan kebahagiaan yang gratis..!!
Kisah berikut ini juga memperkuat makna pentingnya pengorban dan kesiapan yang menanggung semua konsekuensi dari sebuah perjuangan menuju tujuan. Kisah itu adalah kisah sebutir mutiara. Seekor kerang kecil, menangis kepada ibunya mengadukan penderitaan yang dialaminya. Tadi si pemilik kerang memasukan pasir-pasir kecil kedalam cangkangnya yang lunak. Akibatnya si kerang merasa kesakitan dan pedih yang luar biasa. Dia mengadukan penderitaannya itu kepada ibunya. Ibunya berkata dengan lembut dan menasehati anaknya untuk bersabar menerima perlakuan itu dan menahan rasa sakit. Ibunya mengatakan kelak engkau akan merasakan hikmat dan nikmat dari rasa sakit yang kau rasakan. Dalam ketidak mengertian dan tanda Tanya dihatinya, si anak kerang menuruti nasehat ibunya. Dia menahan rasa sakit, sampai berbulan-bulan dan berhari-hari lamanya. Kemudian dia mendapati dalam dirinya telah tumbuh sebuah batu yang indah. Dia bertanya pada ibunya, batu apa ini? ibunya mengatakan inilah batu yang merupakan buah dari kesabaranmu menahan derita anakku. Batu ini sangat mahal harganya dan sangat disukai oleh manusia. Tidak lama lagi batumu ini akan diambil oleh pemilik kita dan akan dijualnya. Yakinlah anakku, pemilik kita akan merasa senang dan memelihara kita dengan lebih baik karena kita telah menghasilkan batu mutiara yang bermanfaat baginya. Ternyata betul tidak lama kemudian, pemiliknya datang dan dengan wajah berseri-seri dia mengambil mutiara dalam cangkang, sambil memuji si kerang. Sekarang barulah kerang kecil menyadari, bahwa penderitaannya berbuat kebanggaan dan hasil yang berharga. Inilah buah dari pengorbanan!
Banyak orang yang hanya melihat apa yang sudah diperoleh oleh orang-orang yang sukses mencapai impiannya. Padahal mereka tidak melihat bagaimana dahulu mereka memperoleh apa yang mereka miliki sekarang. Banyak diantara mereka yang menderita. Memulai usaha dan perjuangannya dari nol. Bahkan juga mengalami penghinaan dan cemoohan dari orang lain. Mereka juga mengorbankan waktu yang tidak sedikit untuk memperoleh hasil yang mereka dapatkan. Oleh karena itu ketika seorang pemain Biola terbesar di Spanyol Abad 19 yaitu Sarasate, pernah di gelari pemain jenius oleh para kritikus musik. Menanggapinya, Sarasate menjawab, “Saya? Jenius? Selama tiga puluh tujuh tahun saya berlatih empat belas jam sehari, dan baru sekarang mereka mengatakan saya saya jenius?.
Kita bisa juga belajar dari kisah sebilah pedang yang tajam. Dahulu awalnya dia adalah sepotong besi. Kemudian oleh pemiliknya dia dibakar disebuah tungku api yang sangat panas, sehingga membuat dia kesakitan. Tubuhnya yang semula keras dan kokoh menjadi lunak. Tidak hanya sampai disitu penderitaannya. Si pemilik kemudian menempa dan memukulnya beratus-ratus kali denga palu besi, sehingga dia berubah menjadi gepeng dan pipih. Namun tidak lama kemudian si pemilik mendinginkannya dalam air. Setelah itu mengasah tubuhnya. Kemudian dia mendapati dirinya telah menjadi sebilah pedang yang tajam. Barulah dia menyadari, penderitaan dan pengorbanan yang dialaminya selama ini, berbuah peningkatan kualitas dan kelas dirinya dari sepotong besi biasa, menjadi sebilah pedang yang tajam dan mahal harganya. Ini semua terjadi, karena kesiapan untuk berkorban dan membayar harga kesuksesan di awalnya.
Para pembaca yang budiman, inilah hikmah pengorbanan dan membayar harga kesuksesan. Oleh karena itu jangan sekali-kali kita takut, mundur, ragu dan lemah menghadappi kesulitan dan penderitaan untuk menggapai puncak impian kita. Kita harus menyadari semakin besar impian dan cita-cita kita, tentu semakin besar harga dan pengorbanan yang mesti kita bayar di awal sebelum impian itu kita nikmati.
Hal ini juga diungkapkan oleh Ted Williams, dijuluki pemukul bisbol terbesar sepanjang masa tentang rahasia kehebatannya yaitu dengan berlatih dan siap berkorban. Dia mengatakan “Saya adalah orang yang berlatih sampai luka memar saya berdarah, kemudian masih berlatih sedikit lagi. Saat saya masih bersekolah, saya membawa tongkat pemukulku ke dalam kelas. Saya akan berlari sepanjang rute pengiriman surat kabar sahabatku, bila ia bisa melemparkan bola yang tidak bisa saya pukul. Ketika bermain di regu San Diego, saya membayar mahal anak-anak untuk melemparkan bolanya pada saat saya libur.
Inilah harga dan syarat mutlak yang mesti bayar di awal untuk mencapai puncak gunung impian kita. Maka, mulai sekarang lakukanlah tindakan untuk menggapai impian anda, keluarlah dari sangkar dan zona nyaman kita, tahan dan tabahlah menghadapi kesulitannya. Insya Allah anda akan sampai ke puncak impian anda. Mungkin saat itu anda tidak merasakan lagi semua penderitaan itu. Salam Sukses Sejati!!

Tidak ada komentar:

CONSISTENT TO SUCCESS

CONSISTENT TO SUCCESS