Total Tayangan Laman

Senin, 25 Januari 2010

DAHSYATNYA KEKUATAN DOA

Boy Hadi Kurniawan
Do’a adalah senjata seorang mu’min dan tiang (pilar) agama serta cahaya langit dan bumi”
(Hadist Nabi Muhammad Saw diriwayatkan Ahmad dan Abu Dawud).

Sesungguhnya Doa adalah harapan. Harapan kepada Tuhan Penguasa Alam untuk membantu kita dari setiap kesulitan, sekaligus harapan untuk meraih apa yang kita inginkan. Sedangkan harapan adalah kekuatan yang membuat manusia dapat bertahan hidup didunia ini. Tanpa adanya harapan maka manusia akan kehilangan gairah dan semangat hidup. Banyak orang yang frustasi dan akhirnya bunuh diri, karena disebabkan kehilangan harapan. Sebelum fisiknya mati, yang pertama mati dari dirinya adalah harapan.
Dalam psikologi kita mengenal istilah efek placebo. Inti dari Efek placebo sebenarnya adalah kekuatan harapan. Harapan dapat mempengaruhi pikiran dan fisik manusia. Apa yang diharapkan manusia dengan kuat, sesungguhnya dapat membuat itu menjadi kenyataan.

Sebagai contoh ada seorang guru yang pintar dalam mengajar, diberitahu oleh Kepala Sekolah akan mengajar di kelas yang murid-muridnya juga pintar semua dan terbaik di sekolah itu. Sebenarnya murid-murid yang ada di kelas itu, adalah murid-murid yang bermasalah dalam studinya dengan nilai yang jelek. Namun fakta ini disembunyikan darinya, untuk meneliti bagaimana efek harapan/ekspektasi dan persepsi dari seorang guru terhadap prestasi belajar siswa. Akibat diberitahu dia mengajar di kelas yang murid-muridnya pintar, sang guru mengajar dengan senang hati dan memperlakukan murid-muridnya seperti orang yang pintar. Setelah berjalan selama 1 semester, ternyata hasilnya cukup menakjubkan, prestasi murid-murid itu meningkat pesat, jika dibandingkan dari prestasi semester sebelumnya. Inilah kekuatan harapan.
Ada percobaan yang kedua. Seorang peneliti ingin meneliti pengaruh efek placebo kepada mahasiswanya. Sekelompok mahasiswa diberitahu bahwa mereka diberi obat yang akan dapat meningkatkan vitalitas dan kesehatannya. Mereka diminta memakan obat tersebut selama 3 hari, setelah itu, akan ditanya bagaimana pengaruh obat tersebut terhadap vitalitas mereka. Sedangkan sekelompok mahasiswa kedua, diberi obat yang akan dapat menurunkan vitalitas dan semangat mereka, namun tidak akan berefek buruk pada kesehatan mereka dan hanya bersifat sementara selagi mereka memakan obat tersebut. Setelah 3 hari mereka dinvestigasi oleh sang Peneliti terhadap reaksinya terhadap oabat tersebut. Ternyata sekelompok mahasiswa yang diberi obat vitalitas merasakan tubuh mereka lebih sehat dan vitalitasnya memang betul-betul meningkat. Sementara sekelompok mahasiswa yang diberi obat penurun vitalitas, ternyata merasakan bahwa vitalitas dan semangatnya memang menurun setelah 3 hari memakan obat tersebut. Apa yang terjadi kemudian? Si peneliti mengatakan sebenarnya obat yang mereka minum itu hanya tepung biasa saja, yang tidak berpengaruh apa-apa terhadap mereka. Yang mempengaruhi mereka ternyata adalah harapan mereka sendiri terhadap obat tersebut, dan itulah yang mereka rasakan. Inilah kedahsyatan harapan itu.
Hadist nabi Muhammad saw diatas memberitahukan kepada kita, bahwa doa adalah senjata dan kekuatan orang yang beriman dan yakin kepada Allah swt. Allah sendiri pernah menyatakan, jika kita berdoa kepada-Nya maka Dia akan mengabulkan sebagaimana dalam Quran Surat Mu’min : 60. Allah berfirman “Berdo’alah pada-Ku, Aku kabulkan do’a kalian”
Banyak diantara masalah dalam hidup kita, yang rasanya sangat berat dan sulit untuk kita hadapi sendiri. Jika kita hanya menggantungkan harapan pada diri kita sendiri, banyak yang akhirnya putus asa, karena ternyata sering mengalami kegagalan demi kegagalan. Dengan berdoa sebenarnya kita menggantungkan harapan kita kepada Allah. Tentu saja, kita akan menjadi optimis, karena tempat kita menggantungkan harapan adalah Penguasa dan Raja Alam semesta ini.
Berdoa kepada Tuhan, sesungguhnya juga sifat fitrah manusia. Walaupun ada sebagian manusia tidak percaya pada Tuhan. Namun ketika mereka menghadapi kesulitan, ketakutan dan kepanikan dalam hidup, mereka mengucapkan Oh My God Help me, atau Oh Tuhan, tolonglah aku. Sebagaimana kisah sekelompok orang atheis menaiki kapal. Tiba-tiba kapalnya dihantam badai yang dahsyat, dan seakan-akan kapal itu akan tenggelam. Saat itu tidak ada yang dapat menolong. Maka secara spontan mereka mengatakan “Oh My God Help Me!. Atau kisah tenggelamnya kapal Titanic, banyak diantara penumpangnya yang merupakan orang-orang kaya, adalah orang-orang yang sombong dan lupa pada Tuha. Bahkan pemiliki kapal itu sendiri mengatakan, bahwa inilah kapal yang tidak akan bisa tenggelam, Tuhan pun tidak bisa menenggelamkannya. Ketika akhirnya kapal itu menabrak gunung es tanpa bisa dihindari. Secara perlahan kapal itu mulai tenggelam dan menjelang tenggelam kapal itu patah dua. Saat itu secara spontan mereka mengatakan “God Almighty” Tuhan Maha Besar. Jadi fitrah manusia sebenarnya membutuhkan Tuhan, namun kesombongan manusia telah membuat manusia lupa bergantung dan memohon kepada Tuhan.
Ada beberapa manfaat doa bagi kita, baik secara psikologis maupun fisis :
Pertama, doa akan memberikan ketenangan hati, menjauhkan dari stress dan kecemasan serta obat bagi masalah-masalah kejiwaan lainnya. Kita manusia banyak memiliki kelemahan. Dengan berdoa kepada Allah, sesungguhnya kita sedang berusaha untuk menutupi kelemahan kita dengan memohon kepada-Nya. Sehingga hati dan jiwa kita merasa lebih tenang, karena kita masih bisa menggantungkan harapan kepada-Nya, disaat tidak seorangpun manusia yang mengetahui persoalan yang kita hadapi ataupun memiliki kepedulian kepada kita. Disaat kita merasa cemas dan gelisah, kemudian kita berdoa memohon pertolongan dan perlindungan dari Tuhan, terhadap penyebab kecemasan dan kegelisahan itu, maka kita merasakan hati dan jiwa kita menjadi lebih tenang dan tentram. Atau disaat kita mengalami kesulitan hidup baik secara ekonomi dan materi, maka dengan berdoa kita merasa yakin, bahwa Tuhan Maha Kaya dan pemberi Rezki, pastilah kita makhluknya akan diberi secara adil.
Kedua, Doa menyehatkan tubuh dan dapat menyembuhkan penyakit. Penelitian yang dilakukan oleh Dr Larry Dossey MD seorang Dokter Ahli Penyakit Dalam di Amerika tentang pengaruh Doa terhadap pengobatan. Dia berkesimpulan yang sangat mengejutkan dalam bukunya yang berjudul The Healing Words : The Power of Prayer and The Practice Medicine, bahwa Doa dan Spiritualitas terbukti secara ilmiah memiliki kekuatan yang sama besar dengan pengobatan dan pembedahan. Sejak bukunya diterbitkan sejak tahun 1994, mata kuliah “peran Doa dan Religiusitas dalam Penyembuhan” diajarkan di 80 Fakultas kedokteran di Amerika. Dalam Buku keajaiban Qur’an untuk kesembuhan karya Abul Fida Muhammad Izzat, dikatakan bahwa berdoa dengan membaca aya-ayat suci Al qur’an merupakan Terapi Ampuh dari berbagai penyakit dan banyak orang yang meraih kesembuhan dari penyakit setelah melakukannya. Kisah Nabi Ayyub as, yang diceritakan dalam Al Qur’an, beliau disembuhkan oleh Allah dari penyakit yang parah karena doa yang rutin dilakukannya. Doa Nabi Ayyub as, terdapat pada Qur’an Surat Al Anbiyaa : 83, yang berbunyi “dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.”
Ketiga, Doa menghilangkan kesulitan hidup, pembuka pintu rizki, dan pengabulan Allah akan tujuan dan cita-cita hidup kita. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan Doa adalah sebab yang paling dominan untuk meraih sesuatu yang diharapkan dan menolak sesuatu yang dibenci. Sebagai contoh, adalah kisah Nabi Ibrahim as, yang sudah bertahun-tahun menikah, tapi belum juga dikaruniai anak. Tapi Nabi Ibrahim as, tidak henti-hentinya berdoa kepada Allah swt. Al qur’an mengabadikan doa Nabi Ibrahim as dalam Surat Ash Shaffat : 100, “Rabbi, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih. Allah menganugerahkan seorang anak yang baik, shaleh dan berbakti pada orang tua yaitu Ismail as, yang diangkat pula oleh Allah sebagai Nabi-Nya.
Sesungguhnya ketika berdoa kita menggantungkan diri kepada yang tepat yaitu penguasa alam semesta. Kita bergantung pada kekuatan Yang Maha Kuat di alam ini. Dalam keyakinan spiritual kita pastilah doa kita akan dikabulkan. Namun kenapa ada doa yang belum dikabulkan sampai saat ini? Penyebabnya antara lain :
Pertama, kita belum sungguh-sungguh berdoa dengan penuh keimanan dan keyakinan kepada Allah. Doa yang kita lakukan harus dengan penuh keyakinan dan keimanan kepada Allah. Kita harus yakin bahwa Allah Maha Mendengar dan mengabulkan doa hamba-Nya. Oleh karena itu kita tidak boleh berhenti dan menyerah untuk berdoa kepada Allah, karena bisa jadi Allah ingin melihat kesungguhan hati dan kesabaran kita dalam berdoa. Bayangkan seorang Nabi seperti Ibrahim as membutuhkan waktu bertahun-tahun agar doa beliau dikabulkan Allah, apalagi kita. Bisa jadi doa kita belum terkabul, karena kita berhenti berdoa dan merasa ragu apakah Allah mendengar doa kita.
Kedua, kita belum sungguh-sungguh untuk taat dan beribadah kepada-Nya. Bagaimana doa kita akan dikabulkan sementara kita tidak taat beribadah dan menyembah-Nya? Tentu Allah akan mengabulkan doa hamba yang dekat dan cinta kepada-Nya. Sebaliknya hamba yang malas beribadah dan tidak mau menyembah-Nya, atau menyembah-Nya dengan berat hati dan merasa terpaksa, maka doanya tidak akan dikabulkan oleh Allah.
Ketiga, kita tidak mau atau jarang berbuat kebaikan kepada sesame manusia. Nabi Muhammad saw pernah mengatakan “Siapa yang berbuat kebaikan pada yang ada di bumi, maka yang di Langit akan berbuat kebaikan padanya”. Artinya, jika kita mau membantu sesame manusia maka Allah dan malaikat-Nya akan membantu pula kesulitan kita.
Keempat, kita melakukan perbuatan yang membuat Allah marah kepada kita, yaitu perbuatan yang dilarang-Nya. Misalnya kita melakukan perbuatan menyembah selain-Nya, kita menganiaya orang lain, durhaka pada orang tua, menipu orang lain, mengingkari janji, tidak amanah dengan pekerjaan kita, memakan barang yang haram dan bukan hak kita, korupsi dan suka memperturutkan hawa nafsu dengan menyimpang seperti berbuat zina, berselingkuh padahal kita sudah memiliki pasangan hidup. Termasuk sering cekcok dan bertengkar suami istri, menyebabkan doa kita tidak dikabulkan oleh Allah. Kenapa? Karena Nabi pernah berdoa, agar Allah tidak mengabulkan doa suami istri yang sering bertengkar dalam rumah tangganya. Kalau begini bagaimana Tuhan akan mengabulkan doa kita?
Oleh karena itu agar doa kita dikabulkan oleh Allah swt, maka lakukanlah kebalikan dari hal-hal yang menyebabkan doa kita tidak dikabulkan diatas ditambah dengan beberap prilaku lainnya :
Pertama, sungguh-sungguhlah dalam berdoa dan meminta kepada-Nya, dengan penuh harap dan keyakinan. Cepat atau lambat insya Allah doa anda pasti akan dikabulkan
Kedua, sungguh-sungguhlah untuk taat beribadah dan menyembah-Nya. Lakukan perbuatan yang disukai dan diperintahkan-Nya. Maka tunggulah saat yang tepat doa anda akan dikabulkan-Nya.
Ketiga, berbuat baiklah kepada sesame dan bantulah orang lain. Kita telah membahas khusus untuk keajaiban dan rahasia berbuat kebaikan pada orang lain, maka Tuhan pun akan berbuat kebaikan pada kita.
Keempat, jangan melakukan perbuatan yang dilarang-Nya, ataupun perbuatan yang merugikan orang lain, seperti menipu, melalaikan tugas dan tanggung jawab, korupsi dan sebagainya.
Kelima, berdoalah dengan kerendahan hati dan mengangkat kedua tangan kita memohon kepada-Nya, karena kita adalah hamba-Nya yang meminta kepada-Nya. Nabi Muhammad mencontohkan bagaimana berdoa dengan mengangkat kedua tangan. Jangan kita berdoa dengan suara yang keras atau hati yang kasar. Bagaimana mungkin seseorang yang meminta tapi meminta dengan sombong dan keras hati?
Keenam, sebagai manusia kita pasti memiliki dosa dan kesalahan. Nabi Muhammad saw pernah mengatakan bahwa dosa dan kesalahan kita, itulah yang menjadi penghambat terkabulnya doa-doa kita. Maka minta ampun dan bertaubatlah kepada Allah juga dengan sungguh-sungguh, agar Dia memaafkan dan mengampuni kita, kemudian kalau Dia sudah mengampuni kita, maka doa kita akan dikabulkan-Nya.
Ketujuh, berusahalah dengan maksimal dan sungguh-sungguh. Kita tidak boleh hanya menggantungkan kepada doa tanpa usaha. Allah hanya akan membantu ketika kita berusaha. Doa itu penting, namun usaha tidak kalah pentingnya. Misalnya kita berdoa kepada Allah agar tidak terkena hujan supaya tidak sakit, namun kita harus berusaha menyiapkan paying sebelum hujan itu terjadi. Doa itu ibarat berjalan menuju satu tujuan. Dengan berdoa kita ibarat berjalan dengan kendaraan bermotor yang akan mempercepat dan memuluskan usaha kita. Sedangkan tanpa berdoa kita ibarat berjalan kaki, maka sampainya akan lebih lambat dan lebih banyak kesulitan yang akan kita alami. Sebaliknya orang yang berdoa saja tanpa usaha, ibarat orang yang sudah mempunyai motor tapi motornya tidak pernah dijalankan, sehingga tetap jalan ditempat. Padahal kalau dia pakai dia akan cepat sampai di tujuan. Dari analogi ini kita melihat betapa pentingnya doa sekaligus usaha.
Kedelapan, berdoalah pada waktu-waktu yang utama. Dalam islam waktu-waktu yang utama berdoa itu adalah waktu-waktu ibadah. Misalnya pada saat Shalat wajib, saat shalat malam, saat berpuasa, diantara adzan dan iqamah, bahkan Allah mengabulkan doa orang yang terzalimi oleh orang lain. Makanya jangan kita pernah menzalimi orang lain, karena bisa jadi orang yang kita zalimi mendoakan keburukan pada kita lalu Allah mengabulkannya.
Inilah kedahsyatan doa itu. Jika kita terus melakukannya dengan syarat-syarat diatas, maka insya Allah, kebahagiaan didunia yang kita inginkan, tercapainya tujuan hidup kita, lepasnya kita dari masalah fisik maupun psikis, serta kebahagiaan di akhirat akan tercapai. Cepat atau lambat kita akan membuktikan sendiri betapa dahsyatnya doa itu. Semoga…

Tidak ada komentar:

CONSISTENT TO SUCCESS

CONSISTENT TO SUCCESS