Total Tayangan Laman

Kamis, 13 Februari 2014

SPIRITUAL CHARACTER BUILDING



Oleh Boy Hadi Kurniawan

            Para ilmuwan dan para ahli hari ini menyadari bahwa Kecerdasan spiritual sangat menentukan terhadap kesuksesan seseorang dalam menjalani hidup di dunia dan akhirat. Mereka meyakini dan membuktikan bahwa orang yang memiliki kecerdasan spiritual akan meraih kesuksesan dan kebahagiaan sejati. Kenapa?karena kecerdasan spiritual akan menumbuhkan karakter positif dalam diri mereka. Dimana karakter tersebut merupakan syarat mutlak untuk meraih kesuksesan dunia dan akhirat.
Dalam diri manusia ada Titik Tuhan (God Spot), titik Tuhan itu yang menyuarakan suara hati nurani manusia, yang melandaskannya pada nilai-nilai moral dan kebenaran. Dalam Al Qur’an sebagaimana diatas, Allah swt mengatakan bahwa Dia telah meniupkan ruh (ciptaan)-Nya kepada manusia, sehingga dalam diri manusia ada sifat-sifat mulia yang bersumber dari Tuhan. Itulah fitrah manusia. Sehingga orang yang memiliki kecerdasan spiritual adalah orang yang jujur, bertanggung jawab, bijaksana, berani, mau menolong orang tanpa pamrih, dan tidak semata berorientasi pada materi. Orang yang memiliki kecerdasan spiritual akan menjadi pribadi yang seimbang, tenang, memberi kedamaian dan terhindar dari stress, depresi dan kehampaan diri, karena mereka sudah berhasil memaknai kehidupan, dan mereka tahu tujuan hidupnya , dari mana dan mau kemana.
            Keyakinan seseorang kepada Allah swt, Sang MAha Pencipta alam semesta membuat orang tersebut akan merasa aman dan tenang ketika dia bersandar dan meminta pertolongan kepada-Nya. Sebagai hamba Allah, keyakinan kita akan Eksistensi Allah dan Sifat-sifat-Nya, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Pengampun, Yang Maha Pemberi Rezki, yang berjumlah 99 sifat yang (Asmaul Husna) membuat kita merasa terlindungi, merasa yakin, bahwa Allah Swt pasti akan menolong hamba-NYa yang mau beribadah, dan meminta kepada-Nya.
            Jika dikaitkan dengan pekerjaan, maka orang yang memiliki kecerdasan spiritual dan karakter spiritual akan menjadi pribadi yang bekerja dengan keikhlasan, tanggung jawab, amanah, kejujuran, kesabaran dan sebagainya, sehingga dapat disimpulkan jika kita ingin membangun etos kerja sukses, maka pondasi karakternya bersumber dari kecerdasan spiritual.
Apa saja karakter yang dimiliki oleh orang yang memiliki kekuatan dan kecerdasan spiritual. Karakter dan sikap itulah yang mengantarkan mereka pada kebahagiaan dan kesuksesan dunia dan akhirat, antara lain :
Pertama, keikhlasan. Seorang yang spiritualis dan beriman kepada Allah, mereka akan menjadi pribadi yang ikhlas, yaitu pribadi yang melakukan amal kebaikan, tanpa mengharapkan balasan jasa dan imbalan materi, ataupun berupa pujian dari orang lain. Mereka akan beramal dengan niat untuk menjalankan perintah Allah berbuat kebaikan demi Allah, untuk mendapatkan balasan dari Allah semata. Sehingga ketika mereka membantu orang lain, ketika bekerja mereka tidak hanya semata-mata berorientasi pada materi. Mereka bekerja dengan keyakinan juga mendapatkan pahala untuk tabungan mereka hidup di akhirat kelak. Apa akibatnya kalau seseorang ikhlas dalam bekerja dan beramal? Tentu sangat berpengaruh terhadap kinerjanya. Kinerjanya akan menjadi positif. Secara tidak langsung dia akan disenangi oleh orang lain. Misalnya seorang guru yang ikhlas dalam mengajar, maka dia tidak hanya mengajar dengan mengharapkan imbalan gaji saja. Tapi dia akan mengajar dengan tulus, memberikan ilmu ang dimilikinya dengan baik, bahkan dia member lebih dari yang diminta kepadanya.
            Kedua, keimanan atau keyakinan. Seseorang yang spiritualism maka dia akan menjadi pribadi yang memiliki keyakinan yang tinggi. Pertama sekali tentu keyakinan kepada Allah, Yang Melihat, Mendengar dan Maha Pengasih kepada hamba-NYa. Kemudian keyakinan bahwa setiap perbuatan baik ataupun buruk pasti akan mendapatkan balasan. Perbuatan baik akan mendapatkan balasan sorga yang penuh dengan kenikmatan yang sifatnya abadi dan hakiki. Sedangkan keburukan akan mendapatkan balasan neraka, yang merupakan kesengsaraan dan pembalasan yang menakutkan. Oleh karena itu seorang pribadi yang memiliki keimanan, dia akan menjadi orang baik dan benar, apakah perkataannya, perbuatannya maupun isi hatinya. Tidak hanya manis dimulut tapi juga manis dihati dan perbuatan sehari-hari. Jika pemimpin maupun kita semua memiliki keimanan dan keyakinan ini dalam bekerja maka, akan melahirkan pribadi yang jujur, konsisten, tentu saja berbagai persoalan pribadi, rumah tangga bangsa dan Negara dapat diselesaikan dengan baik. Disamping itu ketika seorang pribadi yang spiritualis yakin bahwa Allah itu Maha Kaya dan Maha Pemberi Rezki, maka dia akan menjadi jiwa yang tenang, optimis dan tidak akan takut miskin. Sehingga tidak akan muncul pribadi yang stress, putus asa, dan menghalalkan segala cara dalam mencari rezki dan kesejahteraan hidup. Tentu saja dibarengi oleh usaha dan doa serta kebaikan, maka seorang spritualis yakin bahwa inilah jalan menuju kesuksesan yang sejati.
            Ketiga, rasa syukur. Seorang pribadi yang spiritualis akan memiliki sifat bersyukur dan berterima kasih atas nikmat yang diterimanya. Sifat ini akan melahirkan ketenangan dan kebahagiaan dalam hatinya. Ketika seseorang selalu merasa kurang dalam dirinya, apa yang dia miliki tidak dia syukuri. Akan menyebabkan hatinya tidak merasa puas dan jiwanya pun akan selalu gelisah. Namun jika seseorang selalu bersyukur dan merasa puas maka dia akan merasakan kebahagiaan. Arvan Pradiansyah dalam bukunya yang berjudul The Law of Happiness, mengatakan bahwa salah satu cara untuk meraih kebahagiaan yaitu dengan bersyukur terhadap apa yang kita miliki, diri kita, dan keluarga kita. Kemudian dalam buku best seller internasional, The Secret yang dikarang oleh Rhonda Byrne, mengatakan bahwa Rahasia Kekayaan dan Kebahagiaan adalah rasa syukur. Kesyukuran atas harta yang kita miliki akan mengundang munculnya harta yang baru dan kebahagiaan dalam hati.
            Keempat. Kesabaran. Dalam ayat al qur’an di katakan bahwa Allah bersama orang-orang yang sabar. Artinya kesabaran itu akan membuat seorang manusia dekat dengan Allah dan tentu saja mengundang pertolongan dan perlindungan Allah dari kesulitan dan persoalan hidup. Kesabaran ini sangat diperlukan dalam kehidupan ini. Tanpa kesabaran manusia tidak akan pernah meraih kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidup. Hidup ini seringkali diisi dengan ujian, konflik, persoalan, kesulitan, musibah dan bencana. Ujian dan kesulitan itu bisa saja berasal dari Allah untuk menguji sejauh mana kesiapan jiwa kita.
Namun Allah menguji manusia sesuai dengan kesanggupannya. Maka ketika seseorang bersabar menghadapi ujian dan persoalan itu, Allah akan mencintai dan bersama dengan orang tersebut. Dalam usaha mewujudkan impian dan cita-cita hidup kita pun diperlukan kesabaran. Kesabaran dalam menghadapi rasa sakit, kesulitan, kegagalan, penolakan orang, lain, ejekan, cemoohan atapun ungkapan pesimisme yang diungkapkan orang lain kepada kita. Kalau tidak ada kesabaran maka manusia tidak akan bisa mencapai impiannya dan meraih kesuksesan.
Kesabaran pun sangat penting dalam menjalin hubungan dengan sesame manusia dan keluarga, dengan istri/suami, dengan anak-anak, orang tua maupun karib kerabat. Kesabaran akan membuat seseorang menjadi pribadi yang dicintai orang lain, karena sabar akan melahirkan sikap toleransi dan memaafkan kesalahan orang lain, serta terhindar dari marah dan emosi kepada orang lain. Seorang guru atau dosen yang sabar akan dicintai oleh muridnya, karena tidak pemarah dan suka menghkum muridnya.
            Kelima, kejujuran. Dalam sebuah riset yang dilakukan oleh Kouzes dan Postner, untuk mencari kriteria dan sifat kepemimpinan yang disukai, mereka melakukan survey selama 10 tahun. Pada penelitian itu responden menjawab kriteria pemimpin yang paling disukai adalah pemimpin yang jujur. Sebanyak 87 % responden memilih kejujuran sebagai sifat utama yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Sifat seorang pemimpin sejati yaitu Rasulullah saw, yang paling menonjol ada 4 : pertama, shiddiq atau kejujuran. Kedua, amanah. Ketiga, fathanah yaitu cerdas. Keempat, tabligh yaitu menyampaikan kebenaran. Hari ini terjadinya berbagai krisis yang melanda bangsa kita seperti krisis ekonomi, korupsi, krisis moral dan krisis kepemimpinan, maka muaranya adalah krisis kejujuran. Oleh karena itu kalau kita ingin menjadi pribadi yang sukses dunia dan akhirat, sifat yang harus kita miliki dalam diri adalah kejujuran.
            Keenam, kecintaan. Cinta adalah kekuatan motivasi terbesar yang dimiliki oleh manusia. Jika manusia memiliki cinta terhadap sesuatu, maka energy cinta itu akan mendorongnya dengan sangat kuat untuk berkorban, memberi dan merindukan yang dia cintai. Dalam al qur’an dikatakan bahwa orang-orang yang beriman itu adalah orang yang amat sangat cintanya kepada Allah. Oleh karena itu cinta yang tertinggi dimiliki oleh seorang pribadi yang spiritualis adalah cinta kepada Tuhan yaitu kepada Allah.  Selain itu seorang pribadi yang cerdas secara spiritual maka dalam hatinya ada rasa cinta pada sesama. Ketika dia memiliki rasa cinta kepada Allah, maka dia akan menjadi pribadi yang taat beribadah dan menyembah Allah, serta patuh terhadap perintah maupun larangan-Nya. Sedangkan rasa cinta kepada manusia yang dimiliki pribadi spiritualis menyebabkan dia memiliki kepedulian, kasih saying dan kemauan untuk berkorban demi kebaikan orang lain. Sementara disisi lain kita lihat justru banyak orang yang mau mengorbankan orang lain untuk kepentingan dirinya, sehingga timbullah berbagai macam kejahatan dan tindakan criminal.
            Ketujuh, ihsan atau kebaikan. Seorang pribadi yang memiliki kecerdasan spiritual, memiliki sikap ihsan dalam dirinya. Sikap ihsan yaitu sikap yang seakan-akan dia melihat Allah dalam setiap tindakannya. Sebagaimana kata Nabi saw apa yang dimaksud dengan sikap ihsan. Nabi berkata ihsan yaitu ketika kamu beribadah seakan-akan kamu melihat Allah, dan yakin bahwa Allah juga melihat apa yang engkau lakukan. Artinya seorang yang ihsan selalu merasakan kesertaan dan kehadiran Allah dalam setiap tindakannya, sehingga dia akan menjadi pribadi yang terkontrol, dan tidak mau melakukan perbuatan negative walaupun orang lain tidak melihat apa yang dikerjakannya. Sedangkan dalam pengertian lain, sikap ihsan itu adalah sikap yang ketika melakukan sesuatu dia melakukannya dengan sebaik mungkin (professional). Artinya dalam bekerja dia akan bekerja dengan kemampuan terbaik dan potensi maksimal yang dimilikinya, sehingga hasil kerjanya adalah hasil kerja yang terbaik.
            Kedelapan, tawakal atau berserah diri. Seorang pribadi yang memiliki kecerdasan spiritual, memiliki sikap tawakal dalam dirinya. Sikap tawakal adalah sikap pasrah dan berserah diri kepada Allah setelah melakukan usaha dan doa. Sikap tawakal ini terkait dengan hasil yang akan terjadi setelah semua usaha dan doa dilakukan, apakah taawakal terhadap rezki, tawakal terhadap jodoh, dan tawakal terhadap musibah. Sikap ini sangat penting untuk memberikan ketenangan dan optimisme pada jiwa manusia. Orang yang tawakal disamping pasrah, dan menyerahkan hasilnya pada Allah dia juga tetap bersikap optimis bahwa Allah akan membantunya dan menolongnya. Allah berfirman dalam Al Qur’an “Sesudah berazzam (bertekad), maka bertawakkalah kepada Allah”.  Tanpa adanya sikap tawakal ini, manusia akan selalu diliputi kekhawatiran, ketakutan dan kecemasan, yang akan dapat memicu depresi, stress, bahkan penyakit seperti penyakit jantung. Misalnya kalau kita tidak tawwakal terhadap rizki, maka kita akan selalu khawatir terhadap rizki kita. Ketika kita tidak tawakal terhadap musibah seperti gempa misalnya, maka kita akan selalu khawatir menjadi korban gempa, sehingga kita tidak tenang tidur, tidak nyaman dirumah dan selalu dirundung ketakutan. Maka kita harus bertawakal kepada Allah, karena Allah sudah memiliki takdir terhadap nasib kita sesudah kita berusaha dan berdoa.
            Kesembilan, istiqamah atau konsisten. Sikap istiqamah ini sangat penting dimiliki seorang pribadi spiritualis, karena sikap inilah yang akan membuatnya tetap teguh dan konsisten dalam menjalankan perintah dan larangan-Nya. Setiap tindakan baik akan memiliki tantangan dari dalam maupun dari luar diri dalam melakukannya. Sulit untuk memulai kebaikan, namun lebih sulit untuk mempertahankannya. Kemampuan untuk tetap bertahan dengan sikap baik inilah yang disebut istiqamah. Ketika seorang manusia tidak memiliki sikap istiqamah ini, maka dia akan mudah terombang-ambing dan mudah terpengaruh serta tergoda untuk melakukan kesalahan. Sebagai contoh, ketika sekarang kita sudah menyadari tentang pentingnya kejujuran, maka tanpa sikap istiqamah, besoknya sangat mungkin kita melakukan kebohongan. Ketika hari ini kita menyadari pentingnya beribadah kepada Allah, maka tanpa sikap istiqamah, besoknya kita kembali malas dalam beribadah. Oleh karena itu sikap istiqamah ini yang akan membuat manusia tetap berjalan pada jalan yang benar dan tujuan yang benar.
            Kesepuluh, taubat atau perbaikan diri. Seorang pribadi spiritualis memiliki sikap suka bertaubat dan memperbaiki diri. Setiap manusia pasti memiliki kesalahan yang kemudian menyebabkan manusia itu terpuruk dalam kegagalan atau kemaksiatan. Tanpa adanya sikap taubat atau penyesalan akan kesalahan dan dibarengi keinginan untuk memperbaiki diri, maka manusia akan tenggelam dan tetap mengulang perbuatan yang sama. Manusia memiliki sikap khilaf, lupa dan lalai, sedangkan Tuhan Maha Pengampun dan Pengasih pada hamba-Nya.Oleh karena itu manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki dirinya, agar mendapatkan ampunan Allah, dan melepaskan diri dari pernbuatan negative.
            Apa saja pemahaman dan ilmu yang harus dimiliki dalam membangun kecerdasan spiritual. Pertama, ilmu mengenal Allah (makrifatullah). Dengan memiliki ilmu ini kita akan mengetahui keberadaan Allah dari tanda-tanda kekuasaan-Nya yang ada dialam semesta ini, ataupun yang ada pada diri kita. Kedua, ilmu mengenal Rasulullah sebagai pemimpin dan teladan. Ketiga, ilmu mengenal diri sendiri, terkait asal-usul penciptaan manusia, tujuan hidup, sifat-sifat manusia, kelemahan dan kekurangan manusia. Keempat, ilmu mengenal islam, mulai dari rukun iman, rukun islam, akidah, ibadah, akhlak, syariah, muamalah, dakwah dan jihad. Kelima, ilmu membersihkan hati dan jiwa disebut tazkiyatunnafs atau manajemen qalbu. Keenam, ilmu membangun kecerdasan emosional dalam islam disebut (ukhuwah islamiyah).
            Demikianlah semoga kita dapat menjadi pribadi yang cerdas spiritual, dan memiliki karakter spiritual seperti diatas, sehingga kita memiliki etos kerja yang mengantarkan kita meraih kesuksesan dan kebahagian sejati dunia dan akhirat. Semoga sukses!!
           

Tidak ada komentar:

CONSISTENT TO SUCCESS

CONSISTENT TO SUCCESS