Total Tayangan Laman

Senin, 25 Januari 2010

DISIPLIN DIRI : KENDALI MERAIH IMPIAN

Oleh Boy Hadi Kurniawan
Kedisiplinan akan membantu anda untuk dapat mengubah berbagai agenda ke arah yang positif dan bermanfaat untuk menuju kesuksesan
Dr Ibrahim Elfiky

Jika kita melihat arti kata disiplin (indhibat) dalam kamus bahasa arab, kita akan menemukan artinya adalah mengontrol diri (at tahakkum fiz zat). Kemampuan untuk mengontrol diri ini sangat penting untuk mencapai tujuan hidup kita. Kita menyadari bahwa kegagalan atau kesuksesan kita ditentukan oleh diri kita sendiri. Kegagalan kita disebabkan oleh kebiasan-kebiasaan dan sikap negative yang kita biarkan dalam diri. Tanpa kita sadari banyak diantara kita telah menjadi berdisiplin melakukan kebiasaan negative. Sebagai contoh kebiasaan merokok. Hamper setiap hari orang yang memiliki kebiasaan merokok berdisiplin untuk merokok. Padahal jelas kebiasaan itu berdampak buruk terhadap kesehatan maupun perekonomian. Jika untuk kebiasaan negative saja kita bisa berdisiplin, maka untuk kebiasaan yang positif kitapun harus lebih mampu untuk mendisiplinkan diri kita.
Pada hakikatnya ajaran islam untuk melaksanakan shalat 5 kali sehari semalam melatih kita untuk berdisiplin. Melatih kita untuk menjadi pribadi yang menghargai waktu dan tepat waktu. Makanya dalam shalat kita dituntut untuk selalu tepat waktu. Shalat yang berpahala dan diterima oleh Allah swt adalah shalat yang disiplin dalam waktu, artian tidak terlambat. Sebaliknya orang yang tidak disiplin dan tepat waktu dalam shalatnya, justru mendapatkan hukuman dengan Neraka wail sebagaimana firman Allah swt dalam Qs Al Maun “ Fawailullil mushallin” yang artinya Neraka wail bagi orang yang shalat, yaitu orang “Alladzi nahum ‘anshalatihim saahuun” yaitu orang-orang yang lalai dalam shalatnya. Para ulama menafsirkan orang yang lalai dalam shalatnya ini adalah orang yang tidak disiplin waktu dalam shalatnya alias suka terlambat dan tidak khusuk dalam shalatnya, alias orang yang tidak mampu mengontrol pikiran dan hatinya agar konsentrasi dalam shalat . ini menjelaskan jika sebaliknya seseorang dapat disiplin menjaga waktunya dalam shalat dan disiplin menjaga pikiran dan hatinya, maka perbuatan ini mendatangkan pahala dan kesukaan dari Allah swt. Artinya Allah swt mencintai orang-orang yang disiplin.

Dalam Surat Al Fatihah kita bahkan meminta kepada Allah swt untuk diberi sifat disiplin ini, yaitu dengan doa ihdinashshirathal mustaqiim, yang artinya tunjukilah kami kejalan yang lurus. Pengertian jalan yang lurus (mustaqim) disini adalah jalan orang yang istiqamah (konsisten) dengan jalan yang benar. Sementara itu sifat konsisten (istiqamah) adalah ciri utama dari orang yang disiplin, yaitu senantiasa konsisten untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang positif.
Kegagalan seseorang dalam mencapai apa yang dia nginkan, salah satu penyebab utamanya adalah karena tidak adanya kedisiplinan ini. Misalnya seseorang yang ingin agar berat badanya menurun karena berat berlebihan dan tubuhnya bertambah sehat. Pada satu hari dia berolahraga, namun setelah beberapa kali dilakukan, ternyata kebiasaan itu dihentikannya dengan berbagai macam alasan. Akhirnya tentu saja berat badannya tidak bisa berkurang. Kenapa itu terjadi?karena dia menghentikan kebiasaannya untuk berdisiplin dalam olahraga.
Begitu juga dengan seseorang yang ingin berhasil dalam bisnisnya. Pada suatu hari dia sudah bangun pagi-pagi sebelum subuh untuk mempersiapkan dirinya agar bisa membuka tokonya lebih awal. Namun ternyata kebiasaan itu hanya berlangsung beberapa kali, esoknya dia kembali bangun kesiangan dan membuka toko lebih lambat daripada saingannya. Akibatnya tentu para pelanggan lebih tertarik berbelanja ketoko yang buka lebih pagi, karena mungkin mereka butuh berbelanja lebih pagi. Hasilnya tokonya tidak maju, bahkan bisa bangkrut karena sedikit pembeli. Hal ini disebabkan karena tidak disipilin
Seorang karyawan yang tidak disiplin, dapat juga gagal dalam karirnya. Ketika dia diberi tugas, dana diberi batas waktu untuk mengerjakannya, namun dia lebih suka bersantai daripada bekerja dan mengulur-ulur waktu. Sehingga pekerjaan itu tidak bisa dia selesaikan tepat pada waktu yang diminta. Sehingga pimpinannya merasa kecewa, dan bisa menyebabkan kinerja perusahaan/instansi tempatnya bekerja terganggu. Jika pemimpinnya adalah orang yang ltoleran dan memberikan kesempatan untuknya mempersiapkan hasil kerjanya dengan lebih tepat waktu, maka itu tidak fatal baginya. Namun jika pimpinannya merasa betul-betul kecewa, sehingga dia bisa saja dipecat dan diberhentikan dari pekerjaannya. Begitu juga jika seorang karyawan suka datang terlambat, namun pulang lebih cepat karena tidak ada sikap disiplin dalam dirinya. Jika hal ini diketahui oleh pimpinannya atau pihak manajemen personalia, maka dia bisa diberi peringatan atau bahkan dipecat dari pekerjaannya.
Sebaliknya sejarah hidup orang-orang yang sukses meraih kebahagiaan dunia, adalah sejarah kedisiplinan. Setiap kesulitan yang mereka hadapi dalam mencapai tujuan hidupnya berhasil diatasinya dengan menanamkan sifat disiplin ini dalam dirinya. DR Rober Schuller pernah mengatakan “jangan jadikan problem itu sebagai penghalang. Jadilah orang yang berdisiplin agar dapat memecahkan berbagai kesulitan”.
Dr Ibrahim Elfiky mengatakan hanya dengan kedisiplinan anda dapat secara rutin melakukan olahraga serta memelihara kebugaran fisik dan dapat mengontrol perkembangan emosi setiap kali melakukan tugas. Dengan kedisiplinan pula anda dapat bangun lebih pagi serta menjauhkan kebiasan buruk seperti merokok, minum alcohol atau rakus dalam makanan. Makanya pada kutipan diatas DR Elfiky mengatakan “Kedisiplinan akan membantu anda untuk dapat mengubah berbagai agenda ke arah yang positif dan bermanfaat untuk menuju kesuksesan.
Saya sendiri merasakan betapa untuk mencapai cita-cita dan tujuan kita maka kedisiplinan adalah kunci utama. Misalkan untuk menulis buku ini saya membutuhkan pengorbanan yang tidak sedikit. Saya harus membaca sekian puluh buku referensi. Saya juga harus menulis berjam-jam dan berhari-hari. Namun buku ini akhirnya dapat selesai karena saya mendisiplinkan diri untuk membaca dan menulis setiap hari. Hampir tiada hari yang saya lakukan tanpa membaca dan menulis.
Ada kisah seorang Atlet Pelari Wanita pertama yang berhasil meraih 3 medali emas dalam Olimpiade Roma tahun 1960. Dia adalah Wilma Rudolph. Padahal ketika kecil dia terserang penyakit polio yang menyebabkan dia lumpuh selama bertahun-tahun. Namun pada usia sekitar 11 tahun dia sudah mulai bisa berjalan dia bercita-cita untuk menjadi seorang pelari. Lingkungannya mulanya tidak percaya. Tapi ibunya terus mendukung cita-cita Wilma Rudolph. Setelah itu Wilma Rudolph terus berlatih-berlatih, selama bertahun-tahun dengan disiplin. Sampai akhirnya dia berhasil mewujudkan impiannya menjadi wanita pertama merebut 3 medali emas di cabang lari pada olimpiade roma tahun 1960.
Begitu juga dengan kisah seorang Peraih medali emas Olimpiade Tokyo tahun 1964 pada lari marathon. Dia bernama Billy Mills. Biografinya pernah difilmkan. Dalam biografinya dia menceritakan bagaimana 4 tahun sebelum Olimpade dia sudah bertekad dan bercita-cita untuk menjadi juara dan meraih medali emas. Setelah itu setiap hari dia berlatih dan berlatih. Kemudian secara teliti dia mengamati perkembangan larinya dengan mencatat waktu yang dicapainya. Kemudian terus mensugesti dirinya bahwa dia mampu meraih kemenangan. Ternyata akhirnya Billy Mills akhirnya menjadi juara, dengan bekal impian dan disiplin diri untuk latihan.
Seorang penulis Amerika Jim Rohn menulis, “jika ada motivasi yang begitu vital bagi usaha seseorang, yang sukses dalam kebahagiaan dan kelapangan. Motivasi itu adalah kedisiplinan pribadi. Dialah yang mencakup kunci pembuka mimpi-mimpi anda. Dia adalah jembatan yang menghubungkan antara pikiran-pikiran dan usaha-usaha anda. Dialah dasar dari segala kesuksesan. Tanpa kedisiplinan, anda akan tergiring ke dalam kegagalan hidup.
Dari penjelasan diatas kita dapat menyimpulkan ciri utama sifat dari orang yang disiplin adalah sebagai berikut :
1. Konsisten dengan rencana yang telah dibuat
2. Berusaha untuk selalu tepat waktu
3. Tidak membuang waktu untuk perbuatan yang tidak bermanfaat
4. Mampu mengendalikan diri untuk tidak melakukan perbuatan yang merugikan
5. Mampu menanggung resiko bahkan penderitaan untuk melakukan hal yang bermanfaat dan menjadi tujuan hidupnya.
Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana cara menumbuhkan sikap disiplin ini didalam diri kita, jika selama ini kita adalah orang yang sering tidak disiplin atau masih kurang disiplin?
1. Buatlah apa kegiatan dan tindakan yang harus anda lakukan setiap hari untuk mencapai kesuksesan dan tujuan hidup anda
2. Evaluasilah tindakan dan perbuatan yang anda lakukan selama ini yang tidak bermanfaat dan merugikan bagi anda
3. Bayangkan anda mampu melakukan perbuatan dan tindakan positif tersebut. Lalu sugesti diri anda dengan mengatakan saya bisa!!saya mampu melakukannya!! Ulangi ucapan tersebut setiap hari sampai anda berhasil memprogram diri anda disiplin dengan tindakan yang anda inginkan
4. Bayangkan pula tindakan negative yang anda lakukan selama ini, kemudian bayangkan diri anda mampu untuk meninggalkan kebiasaan negative tersebut, kemudian menggantinya dengan kebiasaan baru yang diatas. Kemudian katakan lagi saya bisa! Saya mampu meninggalkan perbuatan …….. ini!!!
5. Kemudian lakukan setiap hari dengan penuh kesungguhan. Evaluasi tindakan anda, jika menyimpang dari rencana yang sudah anda buat segera perbaiki langkah anda.
Kunci keberhasilan melakukan semua diatas adalah kemauan, kesungguhan dan kesadaran anda untuk berubah menjadi lebih baik. Kesadaran anda bahwa nasib kita ditentukan oleh tindakan kita sehari-hari. Jika kita lalai, tidak disiplin, maka resikonya adalah kegagalan dan penderitaan di akhir hidup kita. Maka lebih baik kita menderita dan memaksa diri kita hari ini untuk disiplin bertindak melakukan hal-hal positif, demi keberhasilan di akhirnya. Selamat sukses dengan disiplin..

Tidak ada komentar:

CONSISTENT TO SUCCESS

CONSISTENT TO SUCCESS