Total Tayangan Laman

Minggu, 22 Maret 2009

HAKIKAT KESUKSESAN
Oleh Boy Hadi Kurniawan

Setiap kita pasti ingin sukses dalam hidup. Setiap kita pasti ingin menjadi orng yang berhasil bukan orang yang gagal. Karena kesuksesan berarti keberhasilan mencapai apa yang kita inginkan. Kita mungkin menginginkan kecukupan harta atau kekayaan, karena setiap kita pasti membuthkan harta untuk melangsungkan hidup dan membahagiakan hidupnya. Setiap kita pasti juga menginginkan karir yang baik dan tinggi, karena dengan karir berarti kita memiliki kekuasaan. Atau kita menginginkan pendidikan, pasangan hidup, keluarga, asset berupa mobil, rumah, perusahan dan sebagainya yang kita akan dapat mengantarkan kita pada ketenangan dan kebahagiaan hidup. Akan tetapi ada orang yang sukses dan ada yang tidak?

Kalau kita perhatikan banyak definisi yang mengartikan tentang kesuksesan itu. Ada yang mengidentikan sukses dengan banyak harta dan asetnya seperti mobil, rumah, tanah, tabungan, investasi dan lain-lain seperti para konglomerat yang memiliki harta ratusan juta bahkan miliaran. Ada yang mengartikan sukses itu dengan tinggi jabatannya,jadi direktur, komisaris, manajer atau jadi bupati, walikota, gubernur, anggota DPR/DPRD, Mentri atau bahkan Presiden. Ada juga yang mengartikan sukses itu dengan tingginya pendidikan yang ditempuhnya, memiliki gelar Sarjana, Master, Doktor bahkan Profesor. Ada juga yang mengartikan kesuksesan itu dengan menghasilkan karya besar dan bermanfaat bagi ummat manusian, seperti orang-orang yang terkenal karena penemuannya Thomas Elva Ediosne, Alexander Grahambell, atau seperti Mother Theressa yang mendapatkan hadiah Nobel perdamaian . Ada juga yang mengartikan kesuksesan itu dengan popularitas, seperti artis, model, dan penyanyi. Ada juga yang mengartikan kesuksesan itu dengan berhasil meraih prestasi tertinggi dalam dunia olahraga, seperti atlet yang berhasil memenangkan medali emas, di olimpiade, asian games, kejuaraan dunia bulutangkis, atlet sepak bola ternama yang memiliki gaji yang sangat besar seperti David Beckham, Cristiano Ronaldo, Zinedine Zidane dan sebagainya. Ada juga yang mengartikan kesuksesan dengan keberhasilan mendidik anak-anaknya menjadi orang-orang yang sukses. Ada juga yang mengartikan kesuksesan dengan kebahagiaan dan ketenangan hidup, buat apa kaya katanya, kalau hidup kita tidak tenang, tidak bisa tidur nyenyak, tidak bisa makan dengan enak. Ada juga yang mengartikan kesuksesan dengan disukai, disenangi dan dicintai orang lain. Ada juga yang mengartikan kesuksesan, karena telah berkorban terhadap bangsa dan Negara seshingga di beri gelar Pahlawan. Ada juga yang mengartikan kesuksesan itu dengan keberhasilan secara spiritual melaksanakan perintah-perintah Allah seperti shalat, puasa, membayar zakat, naik haji dan perintah-perintah agama lainnya.
Kalau begitu, kesuksesan itu tidak bisa didefinisikan dong?! Alias kesuksesan itu relative atau tidak sama. Memang makna dan tingkat kesuksesan itu tidak sama atau tidak bisa kita samakan satu dengan yang lainnya. Seperti tidak semua orang sukses itu harus kaya, seperti para pahlawan bangsa, kita semua pasti sepakat dan menyataan bahwa mereka adalah orang sukses, tapi mereka belum tentu kaya dan banyak yang bahkan tidak kaya. Karena memang setiap kita memiliki kepribadian yang berbeda, potensi yang berbeda dan tujuan hidup yang berbeda. Akan tetapi secara umum sukses itu sesungguhnya bisa kita definisikan yaitu seperti yang dikatakan DR John C Maxwell bahwa kesuksesan itu adalah bertumbuh sesuai dengan potensi kita dan bermanfaat bagi orang lain. Atau menurut Zig Ziglar bahwa kesuksesan itu adalah mencapai keberhasilan dalam kekayaan, karir, pendidikan , keluarga, masyarakat, artinya tercapai keseimbangan hidup.
Kemudian saya pernah membaca sebuah Hadist, yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW, bahwa orang yang sukses adalah orang yang hari ininya lebih baik dari hari kemarin. Secara lengkapnya beliau mengatakan ‘siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin itulah orang yang merugi, siapa yang hari ini lebih jelek dari hari kemarin itulah orang yang celaka dan siapa yang lebih baik hari ini itulah orang ang beruntung (sukses). Kemudian beliau juga pernah menyampaikan dalam sebuah hadist lainnya bahwa orang yang terbaik diantara kamu adalah orang yang paling besar manfaatnya bagi orang lain.
Jadi kalau begitu saya menyimpulkan definisi sukses itu adalah ; pertama, berhasil mencapai cita-cita dan visi hidup kita. Kedua, tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi kita masing-masing. Ketiga,terwujudnya keseimbangan hidup yang meliputi harta, pendidikan, karir, keluarga, masyarakat, dan spiritual. Keempat, bermanfaat bagi orang lain. Kelima, hari ini lebih baik dari hari kemarin walaupun hanya 1 % saja dalam segala hal baik ilmu, amal, harta, ibadah, karir, prestasi dan lain-lainnya.
Lalu kenapa ada orang yang sukses dan ada yang tidak? Apakah sebabnya? Ternyata penyebab kesuksesan ataupun kegagalan seseorang adalah dirinya sendiri. Bukan karena orang lain, bukan karena pendidikan, bukan karena latar belakang keluarga, bukan karena factor keberuntugan, bukan karena fisik yang sehat dan kuat, bukan karena suku bangsa. Kesuksesan atau kegagalan itu lebih disebabkan oleh pemikiran, suasana hati, kebiasaan, karakter/sikap, dan tindakan seseorang. Kenapa begitu? Bukankah dia bisa sukses karena orang tuanya kaya, dia bisa sukses karena pendidikannya tinggi, dia bisa sukses karena kebetulan saja, dia bisa sukses karena sehat, sementara saya mudah sakit dan berbagai macam alas an lain yang diungkapkan sebagai alas an kenapa seseorang gagal.
Memang ada betulnya, yang dikatakan itu, orang yang orang tuanya kaya peluang untuk suksesnya lebih besar, karena dia mungkin punya modal untuk berbisnis misalnya. Akan tetapi banyak kita lihat orang yang orang tuanya kaya justru, ketika bisnisnya dilanjutkan anaknya perusahaannya jadi bangkrut. Kenapa begitu karena ternyata anaknya adalah orang yang pemalas, tidak bertanggung jawab, tidak jujur, suka berfoya-foya, tidak disiplin, tidak bisa memimpin dan ternyata penyebab utamany adalah dirinya sendiri.
Akan tetapi sebaliknya banyak contoh yang kita orang yang dari latar belakang keluarga yang miskin, pendidikan yang rendah menjadi orang yang sukses dan bermanfaat bagi orang lain. Sebagai contoh, Andrie Wongso seorang motivator dan pengusaha sukses Indonesia berasal dari latar belakang keluarga sederhana, bahkan dia tidak tamat SD, akan tetapi dia mampu menulis buku-buku best seller yang dibaca oleh orang yang pendidikannya tinggi dan orang-orang yang kaya. Soichiro Honda, penemu, pendiri dan pemilik perusahaan Honda Motor yang sangat terkenal diseluruh dunia, bahkan tidak sekolah sampai perguruan tinggi, postur tubuhnya pendek, keluarganya juga sederhana dan miskin, akan tetapi karena kemauannya yang kuat untuk belajar dan berusaha akhirnya bisa sukses dan tetap mempertahankan sikap sederhanya serta tidak mewariskan harta kekayaan apapun untuk anak-anaknya, kecuali meninggalkan pelajaran agar anaknya bisa hidup mandiri tanpa tergantung dari orang lain. Lalu bagaimana kalau kita dilahirkan dalam keadaan cacat, sebenarnya tidak juga menjadi alas an untuk gagal dan putus asa dalam hidup.
Kita bisa belajar dari orang-orang yang dilahrikan dalam keadaan cacat, tapi mereka bisa sukses luar biasa seperti Hirotada otatake, John Foppe, Hellen keller, Tony Christiansen, Lois Braille, dan lain-lainnya. Mereka tidak punya tangan, tidak punya kaki, tidak punya mata, tapi karena kemauannya yang kuat, pikirannya yang positif mereka justru mampu menjadikan rintangan dan kelemahan tersebut sebagai kekuatannya. Hirotada ototake berhasil menjadi penulis terkenal, buku-bukunya best seller, padahal dia tidak memiliki tangan dan kaki, dia menulis dengan mulutnya. Hellen keller adalah seorang wanita yang buta, akan tetapi bisa menjadi seorang penulis yang terkenal. John Foppe dilahirkan tanpa lengan, tapi bisa meraih gelar sarjana dan menjadi motivator yang berbicara dihadapan ribuan orang. Atau seperti Syaikh Ahmad Yassin, di Palestina, walaupun dia lumpuh dari masa remajanya, akan tetapi mampu menjadi pemimpin bangsanya untuk melawan penjajahan Israel atas negaranya. Ternyata factor fisik tidak menentukan kesuksesan. Kita juga melihat bahkan orang-orang yang masuk Rumah Sakit Jiwa, justru kebanyakan secara fisiknya mereka terlihat sehat, dan bugar akan tetapi pikiran, hati dan sikapnya yang menyebabkan mereka gagal.
Kalau factor pendidikan dan ilmu bagaimana? Ilmu dan pendidikan memang sangat penting. Akan tetapi kalau ilmu itu banyak tapi tidak diamalkan juga tidak ada gunanya. Tapi orang yang memiliki ilmu dan keterampilan yang sedikit tetapi dia amalkan dengan sungguh-sungguh sehingga dia bisa sukses. Sebagai contoh, ada seorang tukang bakso di kampong saja, yang membuka warung bakso, bisa punya penghasilan 2 sampai 3 juta sehari. Berarti dalam sebulan dia berpenghasilan 60 sampai 90 juta. Padahal dia hanya tamat SD. Coba bandingkan dengan para sarjana yang banyak menganggur hari ini. Kita lihat saja menurut data Dikti ada 300 ribu pengangguran intelektual di Indonesia pada tahun 2005 yang berpendidikan sarjana.
Berdasarkan uraian diatas, kesuksesan seseorang tidak ditentukan oleh kecerdasan, pendidikan, kekayaan, dan keberuntungan. Lalu apa yang menjadi penentu kesuksesan? Jawabannya kesuksesan itu tergantung pada pikiran, mentalitas, sikap dan karakter kita.



Tidak ada komentar:

CONSISTENT TO SUCCESS

CONSISTENT TO SUCCESS