Total Tayangan Halaman
Rabu, 24 April 2013
Senin, 25 Januari 2010
SPIRITUAL FOR SUCCESS
Oleh Boy Hadi Kurniawan
Sebagian orang mengatakan tidak kaitan antara spiritual atau keyakinan pada Tuhan menentukan terhadap keberhasilan hidup. Sebagian orang yang berpahaman atheis atau tidak percaya pada Tuhan, yang katanya mereka menggunakan logika, mengatakan bahwa keberhasilan kita semata-mata ditentukan oleh kekuatan akal dan usaha . Mereka tidak percaya pada kekuatan supranatural dan kekuatan ghaib yang tidak bisa dilihat. Ternyata perkembangan ilmu pengetahuan akhirnya membuktikan kebenaran bahwa kecerdasan spiritual atau keyakinan pada Tuhan menentukan terhadap keberhasilan seseorang.
Berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan, para ahli melakukan penelitian tentang potensi dan kekuatan yang dimiliki oleh manusia sebagai bekal menuju kesuksesan, baik dalam belajar, bekerja ataupun berinteraksi dengan sesame manusia. Mereka lalu menyimpulkan bahwa salah satu kekuatan penentunya, mereka sebut dengan kecerdasan intelektual atau Intellectual Quotient (IQ). Penemuan ini dipopulerkan oleh Binet. Dengan IQ ini, manusia digolongkan menjadi beberapa yaitu idiot/keterbelakangan mental, rata-rata, cerdas, sangat cerdas dan jenius.
Namun mereka menemukan dalam lapangan kehidupan ternyata orang-orang yang memiliki IQ sangat cerdas dan jenius, mereka mengalami kegagalan dalam pekerjaan maupun interaksinya dengan orang lain. Bahkan ada yang terlibat dalam kasus-kasus criminal. Sebagaimana kisah seorang mahasiswa yang jenius yang diceritakan dalam buku Emotional Intelligence, selalu mendapatkan nilai A disemua mata pelajaran. Ketika mendapatkan nilai B pada satu mata pelajaran, dia marah pada dosen yang bersangkutan sampai akhirnya dia melakukan percobaan pembunuhan pada dosen tersebut dengan menusuk dosen itu dengan pisau. Untung saja dosennya tersebut tidak menjadi korban karena kekejaman mahasiswa jenius tersebut.
Sebagian orang mengatakan tidak kaitan antara spiritual atau keyakinan pada Tuhan menentukan terhadap keberhasilan hidup. Sebagian orang yang berpahaman atheis atau tidak percaya pada Tuhan, yang katanya mereka menggunakan logika, mengatakan bahwa keberhasilan kita semata-mata ditentukan oleh kekuatan akal dan usaha . Mereka tidak percaya pada kekuatan supranatural dan kekuatan ghaib yang tidak bisa dilihat. Ternyata perkembangan ilmu pengetahuan akhirnya membuktikan kebenaran bahwa kecerdasan spiritual atau keyakinan pada Tuhan menentukan terhadap keberhasilan seseorang.
Berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan, para ahli melakukan penelitian tentang potensi dan kekuatan yang dimiliki oleh manusia sebagai bekal menuju kesuksesan, baik dalam belajar, bekerja ataupun berinteraksi dengan sesame manusia. Mereka lalu menyimpulkan bahwa salah satu kekuatan penentunya, mereka sebut dengan kecerdasan intelektual atau Intellectual Quotient (IQ). Penemuan ini dipopulerkan oleh Binet. Dengan IQ ini, manusia digolongkan menjadi beberapa yaitu idiot/keterbelakangan mental, rata-rata, cerdas, sangat cerdas dan jenius.
Namun mereka menemukan dalam lapangan kehidupan ternyata orang-orang yang memiliki IQ sangat cerdas dan jenius, mereka mengalami kegagalan dalam pekerjaan maupun interaksinya dengan orang lain. Bahkan ada yang terlibat dalam kasus-kasus criminal. Sebagaimana kisah seorang mahasiswa yang jenius yang diceritakan dalam buku Emotional Intelligence, selalu mendapatkan nilai A disemua mata pelajaran. Ketika mendapatkan nilai B pada satu mata pelajaran, dia marah pada dosen yang bersangkutan sampai akhirnya dia melakukan percobaan pembunuhan pada dosen tersebut dengan menusuk dosen itu dengan pisau. Untung saja dosennya tersebut tidak menjadi korban karena kekejaman mahasiswa jenius tersebut.
“SPIRITUAL POWER : MENGENAL ALLAH”
OLEH BOY HADI KURNIAWAN
Sebagai hamba Allah kita dituntut untuk dapat mengenal Allah. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran dan keyakinan kita bahwa kita ini adalah makhluk yang diciptakan dan akan kembali kepada Allah. Pengenalan kepada Allah juga akan memudahkan kita mendekatkan diri kepada Allah dan mendapatkan keridhaan-Nya. Jika kita sudah dekat kepada Allah, maka Allah akan selalu menjaga kita dari segala ancaman yang datang dari dalam maupun luar diri kita. Allah akan menjadi penolong dan tiada penolong yang sebaik Allah, sehingga Allah selalu akan menunjuki kita kejalan yang lurus, bukan jalan orang-orang yang sesat dan dimurkai-Nya.
Permasalahan yang terjadi sekarang adalah, banyak diantara manusia yang mengingkari eksistensi Allah dan Teori Penciptaan Alam semesta. Masalah yang ada sekarang seperti korupsi dan kerusakan moral lainnya menunjukkan bahwa manusia tidak begitu yakin akan keberadaan Allah. Buktinya mereka masih mau melakukan kemaksiatan. Padahal kalau mereka yakin akan eksistensi Allah tentu mereka akan takut berbuat kejahatan karena Allah selalu mengawasi, melihat dan membalas perbuatan mereka diakhirat kelak. Oleh karena itu kita perlu membuktikan kepada diri kita sendiri dan kepada siapa saja tentang eksistensi Allah secara ilmiah untuk membantah bahwa alam semesta ini terjadi secara kebetulan yang sering didengung-dengungkan oleh kaum yang berpegang pada filsafat materialisme.
Untuk dapat mengenal Allah maka kita mesti mengetahui cara-caranya. Cara mengenal Allah tidak bisa menggunakan indra, karena indra kita bersifat fana sedangkan Allah bersifat abadi. Artinya indra kita tidak akan sanggup berhadapan langsung dengan ke-Maha Agungan dan Kesucian Allah sedangkan kita adalah makhluk yang tidak suci dan sering berbuat dosa, kecuali jika memang Allah mengizinkan-Nya. Namun sampai saat ini tidak seorang manusia-pun didunia ini yang pernah dan bisa melihat Allah walau dia seorang Rasul dan Nabi sekalipun.
Sebagai hamba Allah kita dituntut untuk dapat mengenal Allah. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran dan keyakinan kita bahwa kita ini adalah makhluk yang diciptakan dan akan kembali kepada Allah. Pengenalan kepada Allah juga akan memudahkan kita mendekatkan diri kepada Allah dan mendapatkan keridhaan-Nya. Jika kita sudah dekat kepada Allah, maka Allah akan selalu menjaga kita dari segala ancaman yang datang dari dalam maupun luar diri kita. Allah akan menjadi penolong dan tiada penolong yang sebaik Allah, sehingga Allah selalu akan menunjuki kita kejalan yang lurus, bukan jalan orang-orang yang sesat dan dimurkai-Nya.
Permasalahan yang terjadi sekarang adalah, banyak diantara manusia yang mengingkari eksistensi Allah dan Teori Penciptaan Alam semesta. Masalah yang ada sekarang seperti korupsi dan kerusakan moral lainnya menunjukkan bahwa manusia tidak begitu yakin akan keberadaan Allah. Buktinya mereka masih mau melakukan kemaksiatan. Padahal kalau mereka yakin akan eksistensi Allah tentu mereka akan takut berbuat kejahatan karena Allah selalu mengawasi, melihat dan membalas perbuatan mereka diakhirat kelak. Oleh karena itu kita perlu membuktikan kepada diri kita sendiri dan kepada siapa saja tentang eksistensi Allah secara ilmiah untuk membantah bahwa alam semesta ini terjadi secara kebetulan yang sering didengung-dengungkan oleh kaum yang berpegang pada filsafat materialisme.
Untuk dapat mengenal Allah maka kita mesti mengetahui cara-caranya. Cara mengenal Allah tidak bisa menggunakan indra, karena indra kita bersifat fana sedangkan Allah bersifat abadi. Artinya indra kita tidak akan sanggup berhadapan langsung dengan ke-Maha Agungan dan Kesucian Allah sedangkan kita adalah makhluk yang tidak suci dan sering berbuat dosa, kecuali jika memang Allah mengizinkan-Nya. Namun sampai saat ini tidak seorang manusia-pun didunia ini yang pernah dan bisa melihat Allah walau dia seorang Rasul dan Nabi sekalipun.
” QUANTUM KEBAIKAN “
Oleh : Boy Hadi Kurniawan
Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan. QS Ath Thalaaq : 7
Ayat Al Qur’an di atas memberikan pelajaran bahwa Allah swt menyuruh kita untuk menafkahkan atau untuk bersedekah disaat kita sedang disempitkan rezkinya atau mengalami kesulitan hidup. Kenapa Allah menyuruh seperti itu? Karena ada sebuah keyakinan spiritual bahwa ketika kita membantu sesame manusia, maka Allah pun akan membantu kita, mengeluarkan kesulitan dan memberikan kelapangan pada kita sesudah mengalami kesempitan.
Apakah ini sebuah kenyataan? Ataukah hanya dogma agama saja yang tidak terbukti? Bagi kita yang yakin dan beriman pastilah kita percaya bahwa janji Allah itu benar. Cuma kita selama ini tidak mengamalkannya sehingga kita tidak merasakan bukti dari janji Allah tersebut.
Nabi Muhammad saw bersabda : Dan Allah senantiasa memberi pertolongan kepada hamba-Nya selama ia menolong saudaranya. HR Muslim. Hadist ini menjelaskan kepada kita bahwa jika menolong sesame manusia maka Allah pun akan menolong kita dari kesulitan dan permasalahan hidup yang kita alami.
Hal ini juga diperkuat oleh Ustad Yusuf Mansur Pimpinan Wisata hati, beliau mengatakan “Sedekah bisa mendatangkan ampunan Allah, menghapus dosa, dan menutup kesalahan dan keburukan. Sedekah bisa mendatangkan ridha Allah dan bisa mendatangkan kasih sayang dan bantuan Allah. Subahanallah, Inilah fadhilah sedekah bagi pelakunya
Ayat Al Qur’an di atas memberikan pelajaran bahwa Allah swt menyuruh kita untuk menafkahkan atau untuk bersedekah disaat kita sedang disempitkan rezkinya atau mengalami kesulitan hidup. Kenapa Allah menyuruh seperti itu? Karena ada sebuah keyakinan spiritual bahwa ketika kita membantu sesame manusia, maka Allah pun akan membantu kita, mengeluarkan kesulitan dan memberikan kelapangan pada kita sesudah mengalami kesempitan.
Apakah ini sebuah kenyataan? Ataukah hanya dogma agama saja yang tidak terbukti? Bagi kita yang yakin dan beriman pastilah kita percaya bahwa janji Allah itu benar. Cuma kita selama ini tidak mengamalkannya sehingga kita tidak merasakan bukti dari janji Allah tersebut.
Nabi Muhammad saw bersabda : Dan Allah senantiasa memberi pertolongan kepada hamba-Nya selama ia menolong saudaranya. HR Muslim. Hadist ini menjelaskan kepada kita bahwa jika menolong sesame manusia maka Allah pun akan menolong kita dari kesulitan dan permasalahan hidup yang kita alami.
Hal ini juga diperkuat oleh Ustad Yusuf Mansur Pimpinan Wisata hati, beliau mengatakan “Sedekah bisa mendatangkan ampunan Allah, menghapus dosa, dan menutup kesalahan dan keburukan. Sedekah bisa mendatangkan ridha Allah dan bisa mendatangkan kasih sayang dan bantuan Allah. Subahanallah, Inilah fadhilah sedekah bagi pelakunya
“KECERDASAN HATI” UNTUK MERAIH SUKSES SEJATI
Suatu hari Nabi Muhammad saw pernah mengatakan “dalam diri manusia ada segumpal daging, jika daging itu rusak, maka rusaklah manusia itu, jika daging itu baik, maka baiklah manusia itu. Sesungguhnya daging itu adalah hati”.
Hadist ini menjelaskan betapa pentingnya menjaga hati, agar hati itu tidak rusak dan tetap baik sebagaimana fitrahnya. Hati yang dimaksud disini bukanlah hati dalam pengertian fisik, tapi hati dalam pengertian makna. Hati yang dimaksud disini adalah “jiwa” dan “perasaan” manusia.
Hati itu adalah pusat emosional, perasaan dan situasi kejiwaan manusia. Hal ini sesuai dengan apa yang ditulis oleh Daniel Goleman dalam bukunya Kecerdasan Emosional. Bahwa kecerdasan yang paling penting dimiliki manusia hari ini, bukan hanya kecerdasan intelektual, tapi kecerdasan yang penting adalah kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional itu pusatnya ada dalam hati manusia. Manusia yang tidak cerdas emosi kata Goleman, adalah manusia yang tidak mampu mengenali emosinya, mudah terperangkap dalam situasi emosional seperti marah, sedih atau takut, manusia yang tidak mampu mengenali perasaan orang lain atau tidak peka, manusia yang tidak mampu mengendalikan emosinya dan mengarahkan emosinya pada yang baik, manusia yang tidak mampu membangun hubungan baik dengan orang lain serta manusia yang tidak mampu berempati dan peduli apalagi membantu orang lain.
Apa hubungannya antara kebaikan dan kesehatan “hati” dan kesuksesan hidup? Jawabannya jika hati manusia sudah rusak, sakit atau bahkan mati, maka manusia itu akan menjadi manusia yang tidak punya perasaan, mau mengorbankan orang lain, sehingga akhirnya manusia seperti ini akan menemui kegagalan dalam hidupnya. Sebagaimana yang kita lihat pada kehidupan nyata, orang-orang yang hatinya rusak akan menjadi penjahat, dan semua penjahat jika tidak melakukan perbaikan, mereka berakhir dipenjara, di rumah sakit atau di kuburan.
Hadist ini menjelaskan betapa pentingnya menjaga hati, agar hati itu tidak rusak dan tetap baik sebagaimana fitrahnya. Hati yang dimaksud disini bukanlah hati dalam pengertian fisik, tapi hati dalam pengertian makna. Hati yang dimaksud disini adalah “jiwa” dan “perasaan” manusia.
Hati itu adalah pusat emosional, perasaan dan situasi kejiwaan manusia. Hal ini sesuai dengan apa yang ditulis oleh Daniel Goleman dalam bukunya Kecerdasan Emosional. Bahwa kecerdasan yang paling penting dimiliki manusia hari ini, bukan hanya kecerdasan intelektual, tapi kecerdasan yang penting adalah kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional itu pusatnya ada dalam hati manusia. Manusia yang tidak cerdas emosi kata Goleman, adalah manusia yang tidak mampu mengenali emosinya, mudah terperangkap dalam situasi emosional seperti marah, sedih atau takut, manusia yang tidak mampu mengenali perasaan orang lain atau tidak peka, manusia yang tidak mampu mengendalikan emosinya dan mengarahkan emosinya pada yang baik, manusia yang tidak mampu membangun hubungan baik dengan orang lain serta manusia yang tidak mampu berempati dan peduli apalagi membantu orang lain.
Apa hubungannya antara kebaikan dan kesehatan “hati” dan kesuksesan hidup? Jawabannya jika hati manusia sudah rusak, sakit atau bahkan mati, maka manusia itu akan menjadi manusia yang tidak punya perasaan, mau mengorbankan orang lain, sehingga akhirnya manusia seperti ini akan menemui kegagalan dalam hidupnya. Sebagaimana yang kita lihat pada kehidupan nyata, orang-orang yang hatinya rusak akan menjadi penjahat, dan semua penjahat jika tidak melakukan perbaikan, mereka berakhir dipenjara, di rumah sakit atau di kuburan.
“DAHSYATNYA ENERGI CINTA”
Oleh Boy Hadi Kurniawan
Cinta adalah salah satu pendorong dan motivasi terbesar manusia untuk melakukan sesuatu untuk dan demi yang dicintainya. Banyak kisah yang menggambarkan bagaimana dahsyatnya kekuatan cinta. Reza M Syarief dalam bukunya Motivation Intelligence, mengatakan bahwa cinta berada pada tangga paling puncak dari motivasi. Dia mengatakan ada orang yang termotivasi karena rasa takut, yaitu takut miskin, takut gagal, atau takut dihina orang lain. Ada juga orang termotivasi karena imitasi atau ikut-ikutan orang lain. Ketika orang lain semangat maka dia semangat juga, sebaliknya jika orang lain lemah maka dia ikut-ikutan lemah. Kemudian ada juga orang termotivasi karena kebanggaan atau pride, yaitu orang yang ingin meraih kebanggan dan prestasi sehingga dia mau melakukan sesuatu dan mengerahkan upayanya untuk melakukan itu.
Namun puncak dari motivasi adalah orang yang melakukan perbuatan karena didorong oleh rasa cinta yang mendalam sehingga, kecintaan itu menjadi obsesi dan kerinduan baginya untuk mencapainya. Sebagai contoh jika seseorang sudah sampai pada tahap tertinggi yaitu mencintai profesi yang digelutinya, maka siang dan malam, dibayar atau tidak dibayar, susah ataupun senang maka dia akan melakukan pekerjaan yang disukainya itu. Dapat dipastikan efek dari kecintaannya terhadap profesi tersebut, dapat menjadikan dia ahli dalam bidang yang bersangkutan.
Cinta adalah salah satu pendorong dan motivasi terbesar manusia untuk melakukan sesuatu untuk dan demi yang dicintainya. Banyak kisah yang menggambarkan bagaimana dahsyatnya kekuatan cinta. Reza M Syarief dalam bukunya Motivation Intelligence, mengatakan bahwa cinta berada pada tangga paling puncak dari motivasi. Dia mengatakan ada orang yang termotivasi karena rasa takut, yaitu takut miskin, takut gagal, atau takut dihina orang lain. Ada juga orang termotivasi karena imitasi atau ikut-ikutan orang lain. Ketika orang lain semangat maka dia semangat juga, sebaliknya jika orang lain lemah maka dia ikut-ikutan lemah. Kemudian ada juga orang termotivasi karena kebanggaan atau pride, yaitu orang yang ingin meraih kebanggan dan prestasi sehingga dia mau melakukan sesuatu dan mengerahkan upayanya untuk melakukan itu.
Namun puncak dari motivasi adalah orang yang melakukan perbuatan karena didorong oleh rasa cinta yang mendalam sehingga, kecintaan itu menjadi obsesi dan kerinduan baginya untuk mencapainya. Sebagai contoh jika seseorang sudah sampai pada tahap tertinggi yaitu mencintai profesi yang digelutinya, maka siang dan malam, dibayar atau tidak dibayar, susah ataupun senang maka dia akan melakukan pekerjaan yang disukainya itu. Dapat dipastikan efek dari kecintaannya terhadap profesi tersebut, dapat menjadikan dia ahli dalam bidang yang bersangkutan.
“THE POWER OF IKHLAS”
Oleh Boy Hadi Kurniawan
Pernahkah anda sudah capek bekerja. Kemudian hasil pekerjaan anda tidak dihargai, bahkan dikritik?. Pernahkah anda membantu orang lain? Tapi orang itu berterima kasih sebentar, tapi kemudian begitu cepatnya dia melupakan kebaikan anda, bahkan kemudian dia bersikap tidak baik dan kurang menghormati anda?
Pernahkah anda melihat seseorang berbuat kebaikan kepada orang lain?. Tapi ternyata di balik kebaikannya tersimpan suatu maksud tersembunyi yang sebenarnya tidak baik. Seperti Kisah Siti Nurbaya dan Datuk Maringgih yang akan memperistrinya. Datuk Maringgih berlagak sebagai orang baik yang membantu Ayah Siti Nurbaya yang sedang kesulitan ekonomi. Tapi rupanya bantuan itu hanyalah kedok untuk memaksa Ayah Siti Nurbaya mau mengawinkan anaknya dengan Datuk Maringgih yang sudah tua dan beristri banyak.
Atau pernahkan anda melihat seseorang yang bekerja pada suatu tempat, tapi kemudian ditempat itu dia kemudian mencuri, menggelapkan uang bahkan tega menghabisi orang yang telah berbuat kebaikan dan menggajinya.?
Atau pernahkah anda mendengar atau melihat, seseorang yang kehilangan anggota keluarga yang dia cintai namun dia tidak bisa menerima kenyataan itu sehingga terus menerus jadi pikiran dan larut dalam kesedihan, sehingga akhirnya orang tersebut kehilangan semangat hidup bahkan ada yang sakit kemudian meninggal, dan bahkan ada yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.
Pernahkah anda sudah capek bekerja. Kemudian hasil pekerjaan anda tidak dihargai, bahkan dikritik?. Pernahkah anda membantu orang lain? Tapi orang itu berterima kasih sebentar, tapi kemudian begitu cepatnya dia melupakan kebaikan anda, bahkan kemudian dia bersikap tidak baik dan kurang menghormati anda?
Pernahkah anda melihat seseorang berbuat kebaikan kepada orang lain?. Tapi ternyata di balik kebaikannya tersimpan suatu maksud tersembunyi yang sebenarnya tidak baik. Seperti Kisah Siti Nurbaya dan Datuk Maringgih yang akan memperistrinya. Datuk Maringgih berlagak sebagai orang baik yang membantu Ayah Siti Nurbaya yang sedang kesulitan ekonomi. Tapi rupanya bantuan itu hanyalah kedok untuk memaksa Ayah Siti Nurbaya mau mengawinkan anaknya dengan Datuk Maringgih yang sudah tua dan beristri banyak.
Atau pernahkan anda melihat seseorang yang bekerja pada suatu tempat, tapi kemudian ditempat itu dia kemudian mencuri, menggelapkan uang bahkan tega menghabisi orang yang telah berbuat kebaikan dan menggajinya.?
Atau pernahkah anda mendengar atau melihat, seseorang yang kehilangan anggota keluarga yang dia cintai namun dia tidak bisa menerima kenyataan itu sehingga terus menerus jadi pikiran dan larut dalam kesedihan, sehingga akhirnya orang tersebut kehilangan semangat hidup bahkan ada yang sakit kemudian meninggal, dan bahkan ada yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.
THE POWER OF ACTION
Boy Hadi Kurniawan
Setiap kita pasti mempunyai banyak ide dan gagasan. Akan tetapi kebanyakan dari ide dan gagasan itu akhirnya tidak bernilai karena kita tidak pernah merealisasikannya. Inilah perbedaan orang yang berhasil dengan orang yang gagal. Orang yang berhasil memiliki ide dan gagasan kemudian dia merealisasikannya, sementara orang gagal punya ide dan gagasan tapi hanya memikirkannya.
Ada sebuah pertanyaan yang perlu kita jawab. Apa penyebab seseorang tenggelam?kebanyakan dari kita akan menjawab karena tidak bisa berenang. Jawabannya bukan itu. Orang tenggelam karena dia tidak bergerak, bukan karena tidak bisa berenang. Sebagai contoh seperti ini ; masukan air ke bak mandi setinggi 10 cm saja, kemudian kita menyelam dalam bak itu selama 30 menit, tanpa bergerak. Apa yang terjadi? Ya kita akan mati. Inilah penyebab kegagalan karena kita tidak bergerak. Bukan karena tidak bisa, tidak mampu atau tidak mungkin, tapi karena tidak bergerak.
Setiap kita pasti mempunyai banyak ide dan gagasan. Akan tetapi kebanyakan dari ide dan gagasan itu akhirnya tidak bernilai karena kita tidak pernah merealisasikannya. Inilah perbedaan orang yang berhasil dengan orang yang gagal. Orang yang berhasil memiliki ide dan gagasan kemudian dia merealisasikannya, sementara orang gagal punya ide dan gagasan tapi hanya memikirkannya.
Ada sebuah pertanyaan yang perlu kita jawab. Apa penyebab seseorang tenggelam?kebanyakan dari kita akan menjawab karena tidak bisa berenang. Jawabannya bukan itu. Orang tenggelam karena dia tidak bergerak, bukan karena tidak bisa berenang. Sebagai contoh seperti ini ; masukan air ke bak mandi setinggi 10 cm saja, kemudian kita menyelam dalam bak itu selama 30 menit, tanpa bergerak. Apa yang terjadi? Ya kita akan mati. Inilah penyebab kegagalan karena kita tidak bergerak. Bukan karena tidak bisa, tidak mampu atau tidak mungkin, tapi karena tidak bergerak.
SELF CONCEPT FOR SUCCESS
Oleh Boy Hadi Kurniawan
Setiap kita harus mampu mengenali diri kita sendiri. Mengenali hal-hal yang kita sukai dan yang tidak kita sukai, mengetahui sifat-sifat baik maupun yang kurang baik dari diri kita, kelemahan dan kekuatan kita, kelebihan dan kekurangan kita. Kenapa kita harus mengenali diri kita? Pertama, karena diri kita memiliki berbagai macam potensi yang jika kita ketahui cara menggunakannya, potensi itu akan membawa manfaat yang besar bagi diri kita maupun orang lain. Kedua, kita akan mampu mengontrol diri kita dan memanajemen hidup kita dengan mengoptimalkan penerapan sifa-sifat positif dan meminimalisir sifat-sifat negative kita. Ketiga, kita akan mampu menggunakan potensi yang kita miliki untuk mencapai kesuksesan.
Apa makna dari konsep diri? Konsep diri adalah cara pandang kita terhadap diri kita sendiri. Bagaimana kita melihat diri kita dari sisi kelebihan dan kekurangannya..
Konsep diri juga berarti merencanakan diri kita yang meliputi visi hidup kita, misi hidup kita, strategi hidup kita untuk mencapai visi dan misi, program kerja dan time schedule kehidupan kita. Termasuk juga prinsip-prinsip, filosofi dan nilai-nilai ideologis yang menjadi landasan utama kita dalam menyusun konsep diri kita masing-masing.
Setiap kita harus mampu mengenali diri kita sendiri. Mengenali hal-hal yang kita sukai dan yang tidak kita sukai, mengetahui sifat-sifat baik maupun yang kurang baik dari diri kita, kelemahan dan kekuatan kita, kelebihan dan kekurangan kita. Kenapa kita harus mengenali diri kita? Pertama, karena diri kita memiliki berbagai macam potensi yang jika kita ketahui cara menggunakannya, potensi itu akan membawa manfaat yang besar bagi diri kita maupun orang lain. Kedua, kita akan mampu mengontrol diri kita dan memanajemen hidup kita dengan mengoptimalkan penerapan sifa-sifat positif dan meminimalisir sifat-sifat negative kita. Ketiga, kita akan mampu menggunakan potensi yang kita miliki untuk mencapai kesuksesan.
Apa makna dari konsep diri? Konsep diri adalah cara pandang kita terhadap diri kita sendiri. Bagaimana kita melihat diri kita dari sisi kelebihan dan kekurangannya..
Konsep diri juga berarti merencanakan diri kita yang meliputi visi hidup kita, misi hidup kita, strategi hidup kita untuk mencapai visi dan misi, program kerja dan time schedule kehidupan kita. Termasuk juga prinsip-prinsip, filosofi dan nilai-nilai ideologis yang menjadi landasan utama kita dalam menyusun konsep diri kita masing-masing.
MENGALAHKAN PENGHALANG KESUKSESAN
Oleh : Boy Hadi Kurniawan
Perjuangan untuk meraih kesuksesan pastilah menghadapi tantangan dan halangan. Tantangan itu terdiri dari 2 hal. Pertama, tantangan atau penghalang yang muncul dari diri sendiri. Kedua, tantangan atau penghalang dari luar diri. Manakah yang lebih berbahaya? Tantangan yang lebih berbahaya adalah yang datang dari diri kita sendiri. Tantangan atau penghalang yang muncul dari diri sendiri adalah penghalang yang tidak kelihatan, akan tetapi dia menjadi musuh dalam selimut, yang secara diam-diam dan perlahan bisa menghancurkan diri kita. Dia adalah karakter, sifat maupun perilaku kita yang menghalangi kita untuk meraih sukses. Terkait dengan cara kita berpikir, bertindak dan merasakan. Jika cara berpikir kita salah maka cara bertindak juga akan salah sehingga hasilnya juga akan salah.
Keberhasilan dan kegagalan kita memang ditentukan oleh karakter dan sifat kita. Dalam sebuah penelitian dikatakan 80 % orang dipecat dan kehilangan pekerjaannya bukan karena tidak memiliki pengetahuan dan skill, akan tetapi karena memiliki karakter, prilaku dan sifat yang jelek. Prilaku adalah penampakan luar dari kepribadian seseorang. Prilaku muncul dari karakter dan sifat yang ada pada bagian internal dari kepribadian manusia.
Perjuangan untuk meraih kesuksesan pastilah menghadapi tantangan dan halangan. Tantangan itu terdiri dari 2 hal. Pertama, tantangan atau penghalang yang muncul dari diri sendiri. Kedua, tantangan atau penghalang dari luar diri. Manakah yang lebih berbahaya? Tantangan yang lebih berbahaya adalah yang datang dari diri kita sendiri. Tantangan atau penghalang yang muncul dari diri sendiri adalah penghalang yang tidak kelihatan, akan tetapi dia menjadi musuh dalam selimut, yang secara diam-diam dan perlahan bisa menghancurkan diri kita. Dia adalah karakter, sifat maupun perilaku kita yang menghalangi kita untuk meraih sukses. Terkait dengan cara kita berpikir, bertindak dan merasakan. Jika cara berpikir kita salah maka cara bertindak juga akan salah sehingga hasilnya juga akan salah.
Keberhasilan dan kegagalan kita memang ditentukan oleh karakter dan sifat kita. Dalam sebuah penelitian dikatakan 80 % orang dipecat dan kehilangan pekerjaannya bukan karena tidak memiliki pengetahuan dan skill, akan tetapi karena memiliki karakter, prilaku dan sifat yang jelek. Prilaku adalah penampakan luar dari kepribadian seseorang. Prilaku muncul dari karakter dan sifat yang ada pada bagian internal dari kepribadian manusia.
Langganan:
Postingan (Atom)
CONSISTENT TO SUCCESS
