OLEH BOY HADI KURNIAWAN
Sebagai hamba Allah kita dituntut untuk dapat mengenal Allah. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran dan keyakinan kita bahwa kita ini adalah makhluk yang diciptakan dan akan kembali kepada Allah. Pengenalan kepada Allah juga akan memudahkan kita mendekatkan diri kepada Allah dan mendapatkan keridhaan-Nya. Jika kita sudah dekat kepada Allah, maka Allah akan selalu menjaga kita dari segala ancaman yang datang dari dalam maupun luar diri kita. Allah akan menjadi penolong dan tiada penolong yang sebaik Allah, sehingga Allah selalu akan menunjuki kita kejalan yang lurus, bukan jalan orang-orang yang sesat dan dimurkai-Nya.
Permasalahan yang terjadi sekarang adalah, banyak diantara manusia yang mengingkari eksistensi Allah dan Teori Penciptaan Alam semesta. Masalah yang ada sekarang seperti korupsi dan kerusakan moral lainnya menunjukkan bahwa manusia tidak begitu yakin akan keberadaan Allah. Buktinya mereka masih mau melakukan kemaksiatan. Padahal kalau mereka yakin akan eksistensi Allah tentu mereka akan takut berbuat kejahatan karena Allah selalu mengawasi, melihat dan membalas perbuatan mereka diakhirat kelak. Oleh karena itu kita perlu membuktikan kepada diri kita sendiri dan kepada siapa saja tentang eksistensi Allah secara ilmiah untuk membantah bahwa alam semesta ini terjadi secara kebetulan yang sering didengung-dengungkan oleh kaum yang berpegang pada filsafat materialisme.
Untuk dapat mengenal Allah maka kita mesti mengetahui cara-caranya. Cara mengenal Allah tidak bisa menggunakan indra, karena indra kita bersifat fana sedangkan Allah bersifat abadi. Artinya indra kita tidak akan sanggup berhadapan langsung dengan ke-Maha Agungan dan Kesucian Allah sedangkan kita adalah makhluk yang tidak suci dan sering berbuat dosa, kecuali jika memang Allah mengizinkan-Nya. Namun sampai saat ini tidak seorang manusia-pun didunia ini yang pernah dan bisa melihat Allah walau dia seorang Rasul dan Nabi sekalipun.
Sebagai hamba Allah kita dituntut untuk dapat mengenal Allah. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran dan keyakinan kita bahwa kita ini adalah makhluk yang diciptakan dan akan kembali kepada Allah. Pengenalan kepada Allah juga akan memudahkan kita mendekatkan diri kepada Allah dan mendapatkan keridhaan-Nya. Jika kita sudah dekat kepada Allah, maka Allah akan selalu menjaga kita dari segala ancaman yang datang dari dalam maupun luar diri kita. Allah akan menjadi penolong dan tiada penolong yang sebaik Allah, sehingga Allah selalu akan menunjuki kita kejalan yang lurus, bukan jalan orang-orang yang sesat dan dimurkai-Nya.
Permasalahan yang terjadi sekarang adalah, banyak diantara manusia yang mengingkari eksistensi Allah dan Teori Penciptaan Alam semesta. Masalah yang ada sekarang seperti korupsi dan kerusakan moral lainnya menunjukkan bahwa manusia tidak begitu yakin akan keberadaan Allah. Buktinya mereka masih mau melakukan kemaksiatan. Padahal kalau mereka yakin akan eksistensi Allah tentu mereka akan takut berbuat kejahatan karena Allah selalu mengawasi, melihat dan membalas perbuatan mereka diakhirat kelak. Oleh karena itu kita perlu membuktikan kepada diri kita sendiri dan kepada siapa saja tentang eksistensi Allah secara ilmiah untuk membantah bahwa alam semesta ini terjadi secara kebetulan yang sering didengung-dengungkan oleh kaum yang berpegang pada filsafat materialisme.
Untuk dapat mengenal Allah maka kita mesti mengetahui cara-caranya. Cara mengenal Allah tidak bisa menggunakan indra, karena indra kita bersifat fana sedangkan Allah bersifat abadi. Artinya indra kita tidak akan sanggup berhadapan langsung dengan ke-Maha Agungan dan Kesucian Allah sedangkan kita adalah makhluk yang tidak suci dan sering berbuat dosa, kecuali jika memang Allah mengizinkan-Nya. Namun sampai saat ini tidak seorang manusia-pun didunia ini yang pernah dan bisa melihat Allah walau dia seorang Rasul dan Nabi sekalipun.